Views: 49
Tawa, Semangat, dan Persaudaraan di Jalan Bintuni, Gerak Jalan HUT ke-80 RI Jadi Panggung Kebersamaan Warga
BINTUNI – Rabu sore (13/8/2025) di Teluk Bintuni terasa berbeda. Jalan utama dari Kantor Klasis Bintuni SP-5 menuju Alun-Alun Argosigemerai SP-5 seakan berubah menjadi panggung panjang yang dipenuhi warna-warni seragam peserta gerak jalan. Tepuk tangan, sorakan, dan gelak tawa ribuan penonton mengiringi setiap langkah peserta, menjadikan suasana begitu hidup.
Bukan hanya baris-berbaris yang mereka tampilkan. Setiap tim seperti membawa cerita sendiri—ada yang penuh disiplin layaknya pasukan militer, ada yang menambah kelucuan dengan formasi kreatif, bahkan ada yang memancing senyum dengan yel-yel unik. Semua itu membuat masyarakat Bintuni betah berdiri berjam-jam di tepi jalan, menunggu tiap rombongan melintas.
Di ujung rute, tepat di podium Alun-Alun Argosigemerai, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, Wakil Bupati Joko Lingara, dan para pimpinan OPD menyambut hangat setiap tim yang mencapai garis finish. Tangan mereka terulur, senyum mereka mengembang, seakan menghapus lelah para peserta.
Sorak makin riuh ketika panitia mengumumkan pemenang. SMA Negeri 1 Bintuni berhasil menyabet juara pertama, disusul organisasi wanita GOW Kabupaten Teluk Bintuni di posisi kedua, dan SMA Muhammadiyah Bintuni yang membawa pulang juara ketiga. Sementara itu, DWP Dinas Pertanian Bintuni mendapatkan Juara Favorit 1, Puskesmas Bintuni juara Favorit 2. Serta juara Favorit 3 diraih Persekutuan Ibu Sara Klasis Teluk Bintuni.
Namun, euforia tak berhenti di podium. Usai penyerahan piala, alunan musik senam menggema. Instruktur yang akrab disapa Lucky memandu gerakan senam “tak bolak balik” yang seru dan sederhana. Menariknya, Bupati dan Wakil Bupati ikut turun ke lapangan, bergerak lincah bersama warga. Tawa pecah, batas antara pemimpin dan rakyat mencair dalam keakraban.
Hari itu, Bintuni bukan sekadar merayakan HUT ke-80 RI. Lebih dari itu, warga menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bisa dirayakan dengan kebersamaan, keringat, dan tawa—di jalan yang sama, langkah kita tetap seirama.
(Tim Redaksi Kadate/Inspirasi Papua)

