Pengungsi Moskona Bertahan di Bintuni, Dinsos Minta Langkah Strategis Pulihkan Keamanan

Kepala Dinas Sosial Teluk Bintuni, drg. Ferdinad Mangalik, menyerahkan bantuan bahan pokok kepada warga pengungsi asal Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh di Kota Bintuni, Rabu (11/3/2026). Pemerintah daerah berharap situasi keamanan segera kondusif agar masyarakat bisa kembali ke kampung halaman mereka. (ft:MA/Inspirasi Papua)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 121

Pengungsi Moskona Butuh Kepastian Pulang, Dinsos Bintuni Dorong Langkah Strategis Pemda dan Aparat

 

 

BINTUNI, PAPUA BARAT – Ratusan warga yang mengungsi akibat konflik bersenjata di wilayah Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh masih bertahan di sejumlah titik pengungsian di Kota Bintuni. Di tengah keterbatasan itu, harapan terbesar mereka bukan sekadar bantuan makanan, melainkan kepastian untuk bisa kembali ke kampung halaman.

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Sosial memang telah menyalurkan bantuan bahan pokok kepada para pengungsi yang tersebar di delapan titik pengungsian, Rabu (11/3/2026). Namun bagi pemerintah daerah, bantuan tersebut hanya bersifat sementara.

Kepala Dinas Sosial Teluk Bintuni, drg. Ferdinad Mangalik, menegaskan bahwa langkah kemanusiaan seperti penyaluran sembako harus dibarengi dengan upaya strategis agar situasi di wilayah konflik segera kondusif.

“Bantuan ini memang untuk membantu kebutuhan sehari-hari mereka selama di pengungsian. Tapi yang paling penting adalah bagaimana ada langkah-langkah strategis agar masyarakat bisa kembali ke kampung halaman mereka,” ujar Ferdinad kepada wartawan.

Menurut dia, pemerintah daerah berharap adanya komunikasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pihak-pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.

“Harapan kami tentu ada langkah-langkah strategis yang dikomunikasikan antara pemerintah daerah, kepolisian, maupun TNI, agar masyarakat bisa segera kembali ke daerah asal mereka,” katanya.

Ferdinand mengakui, kondisi pengungsian yang berlangsung terlalu lama berpotensi menimbulkan persoalan baru, baik bagi para pengungsi maupun bagi pemerintah daerah yang harus terus menanggung kebutuhan dasar mereka.

Selain tekanan psikologis karena jauh dari kampung halaman, para pengungsi juga menghadapi keterbatasan fasilitas hidup selama berada di tempat penampungan sementara.

8Karena itu, ia menilai penyelesaian situasi keamanan di wilayah Moskona Utara menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal.

“Kalau pengungsian terlalu lama tentu menjadi beban, baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Karena itu kita berharap ada solusi terbaik sehingga masyarakat bisa merasa aman dan kembali hidup seperti biasa di kampung halaman mereka,” ujar Ferdinand.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni juga mengajak berbagai elemen masyarakat, organisasi sosial, dan komunitas untuk turut memberikan bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi, sambil menunggu situasi di daerah asal mereka benar-benar aman.

Di tengah ketidakpastian itu, satu harapan tetap sama bagi para pengungsi: pulang dengan rasa aman.

***(MA/Inspirasi Papua)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *