Views: 43
Kadis Pendidikan Teluk Bintuni Turun Tangan Selesaikan Keluhan Bansos Mahasiswa, Dialog Cairkan Suasana
BINTUNI, PAPUA BARAT – Suasana tegang sempat mewarnai Kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni saat sejumlah mahasiswa melakukan aksi protes terkait keterlambatan pencairan bantuan sosial (bansos) pendidikan.
Namun ketegangan itu perlahan mencair setelah Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Henry D. Kapuangan, S.Pd., S.IP., MM, memilih menemui langsung para mahasiswa dan membuka ruang dialog secara terbuka.
Mahasiswa yang datang dipimpin Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Unipa asal Teluk Bintuni, Yason Sioho. Mereka menyampaikan keresahan karena sebagian mahasiswa penerima belum juga menerima dana bantuan pendidikan yang selama ini sangat membantu kebutuhan kuliah dan biaya hidup.
Sebelum dialog berlangsung, aksi pemalangan kantor sempat dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa atas belum cairnya bantuan tersebut. Meski demikian, situasi tetap kondusif setelah Kepala Dinas Pendidikan bersama jajaran langsung mengajak mahasiswa duduk bersama mencari solusi.
Dalam pertemuan itu, Henry Kapuangan didampingi Kepala Kasubag Perencanaan dan Keuangan Finsensius H. Messah serta staf penginputan data, Darius Susure. Dengan tenang, ia menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan bansos bukan karena bantuan dihentikan, melainkan adanya kendala administrasi pada data penerima.
“Sebagian dana bansos sebenarnya sudah diproses, namun terdapat kendala administrasi seperti kesalahan nomor rekening dan data yang belum lengkap sehingga perlu dilakukan perbaikan kembali,” jelas Henry di hadapan mahasiswa.
Penjelasan tersebut menjadi titik terang bagi mahasiswa. Setelah dilakukan pengecekan bersama, diketahui sebagian besar data mahasiswa sebenarnya sudah terinput dalam sistem, namun terdapat kesalahan pada nomor rekening sehingga dana belum bisa masuk ke rekening penerima.
Mendengar penjelasan itu, suasana yang sebelumnya penuh ketegangan berubah lebih cair. Mahasiswa akhirnya memahami persoalan yang terjadi dan sepakat membuka kembali palang kantor agar pelayanan di Dinas Pendidikan dapat berjalan normal.
Penyelesaian masalah melalui komunikasi langsung itu mendapat apresiasi dari mahasiswa karena dinilai menunjukkan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya mahasiswa asal Teluk Bintuni yang sedang menempuh pendidikan di Manokwari maupun Bintuni.
Henry juga meminta mahasiswa terus aktif melakukan pengecekan data penerima bantuan sosial. Jika masih ada mahasiswa yang belum terdaftar, mereka diminta segera melengkapi berkas agar dapat diteruskan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk proses pencairan berikutnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen memastikan bantuan pendidikan tersalurkan tepat sasaran kepada mahasiswa yang berhak menerima.
“Kami berharap mahasiswa tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan pihak dinas agar seluruh proses administrasi dapat segera diselesaikan,” pungkasnya.
***(MA/Inspirasi Papua)***













