Views: 320
Naas! Tukang Ojek di Bintuni Jadi Korban Penganiayaan, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
BINTUNI, PAPUA BARAT — Seorang tukang ojek bernama NA (44), warga Distrik Tuhiba, Kabupaten Teluk Bintuni, menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam pada Selasa (11/11/2025) malam. Insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIT di kompleks Bina Desa, belakang SMA YPK Distrik Bintuni Timur.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K membenarkan peristiwa tersebut. Melalui Kasat Reskrim AKP Boby Rahman, S.I.K, pihaknya menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban mengantarkan seorang penumpang berinisial LD, yang diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan mengalami gangguan jiwa, dari pangkalan ojek Merah Putih Kampung Lama menuju lokasi kejadian.
“Sesampainya di tujuan, saat korban hendak meminta ongkos ojek, pelaku tiba-tiba menyerang korban menggunakan senjata tajam jenis parang. Korban mengalami luka cukup serius di bagian leher belakang dan punggung,” terang AKP Boby Rahman.
Akibat serangan itu, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bintuni dan mendapat 53 jahitan di bagian luar dan dalam luka. Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan berkat pertolongan cepat dari warga sekitar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim piket PAMAPTA I bersama anggota piket fungsi dan personel Polsek Bintuni segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 19.00 WIT. Namun, pelaku LD sudah melarikan diri sebelum petugas tiba.
Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa topi warna hitam yang diduga milik pelaku. Petugas juga telah meminta keterangan awal dari korban di puskesmas dan mengarahkan keluarga untuk membuat laporan resmi ke Polres Teluk Bintuni.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap orang yang tidak dikenal dan berperilaku mencurigakan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati. Bila melihat orang dengan gerak-gerik mencurigakan, segera laporkan ke Polres atau Polsek terdekat agar bisa segera kami tindaklanjuti,” pesan Kapolres.
Sementara itu, Tokoh Pemuda Teluk Bintuni, Harun Aibaru, menegaskan bahwa selama ini Kabupaten Teluk Bintuni dikenal sebagai salah satu daerah paling aman di Papua Barat. Ia berharap peristiwa seperti ini tidak terulang.
“Bintuni selama ini adalah kabupaten teraman di Papua Barat. Sebagai pemuda, saya berharap tidak ada lagi kasus begal atau penganiayaan terhadap warga seperti di kota-kota besar. Di Bintuni tidak ada begal, dan mari kita jaga itu bersama,” ujar Harun.
Apresiasi juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat Teluk Bintuni yang memberikan penghargaan kepada jajaran Polres Teluk Bintuni atas respon cepat dan pelayanan sigap dalam menangani kasus-kasus kriminal di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi kamtibmas di wilayah Teluk Bintuni tetap aman dan kondusif.
(M. Ahmad/Inspirasi Papua)













