Views: 74
IDI Teluk Bintuni Pererat Silaturahmi Lewat Bukber dan Santuni Anak Yatim di Bulan Ramadan
BINTUNI, PAPUA BARAT – Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan ruang bagi setiap insan untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai itu terasa hangat dalam setiap rangkaian kegiatan yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Teluk Bintuni.
Suasana kekeluargaan begitu kental saat IDI Teluk Bintuni menggelar buka puasa bersama pada Selasa, 10 Maret 2026, di Mace Kitchen Bintuni.
Sekitar 30 anggota bersama keluarga hadir dalam kegiatan tersebut, menciptakan momen sederhana namun penuh makna. Tawa, cerita, dan kebersamaan mengalir, seolah menjadi pengingat bahwa di balik kesibukan sebagai tenaga medis, ada ikatan kuat yang terus dijaga.
Ketua IDI Teluk Bintuni, dr. Wiendo Syahputra Yahya, Sp.P, M.MRS, menyebut kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama. Lebih dari itu, momen tersebut juga dirangkaikan dengan pembubaran panitia Workshop IDI tahun 2025.
“Ini menjadi ajang silaturahmi, mempererat hubungan, sekaligus memperkuat rasa kesejawatan antar sesama tenaga medis di Teluk Bintuni,” ujarnya.
Semangat kebersamaan itu tidak berhenti pada lingkup internal. Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan penuh berkah, IDI Teluk Bintuni juga menyalurkan santunan kepada anak yatim di Panti Asuhan SP 5 Arosigemerai, Distrik Bintuni Timur, pada Minggu, 15 Maret 2026.
Sebanyak 50 paket nasi dan puding dibagikan kepada anak-anak panti. Tak hanya itu, bantuan sembako turut disalurkan, mulai dari beras, minyak goreng, mi instan, telur, hingga gula pasir.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh dr. Akhirul kepada pengurus panti, Harianto Mumuan, M.Si, dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan.
Momen penyerahan itu menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu harus dalam bentuk besar, tetapi bisa hadir lewat perhatian dan keikhlasan. Senyum anak-anak panti menjadi gambaran nyata bahwa bantuan tersebut membawa kebahagiaan tersendiri.
Melalui kegiatan ini, IDI Teluk Bintuni tidak hanya memperkuat soliditas internal organisasi, tetapi juga menegaskan perannya sebagai bagian dari masyarakat yang peduli. Ramadan pun menjadi lebih bermakna, bukan hanya dengan ibadah, tetapi juga dengan berbagi.
“Semoga kita semua masih diberi kesempatan untuk kembali bertemu dan menjalankan ibadah puasa di Ramadan tahun depan,” tutup dr. Wiendo penuh harap.
***(MA/Inspirasi Papua)***














