Kios Papan di SP 5 Argosigemerai Ludes Terbakar, Pemilik Hanya Bisa Selamatkan Diri

Api berkobar hebat melalap kios papan penjual sembako dan BBM eceran di SP 5 Argosigemerai, Distrik Bintuni Timur, Kamis (7/1/2026) pagi. Dalam hitungan menit, seluruh bangunan beserta isinya ludes terbakar, menyebabkan kerugian material ratusan juta rupiah. (ft: ist/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 92

Kios Papan di SP 5 Argosigemerai Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

 

BINTUNI, PAPUA BARAT — Pagi yang seharusnya menjadi awal aktivitas warga Kampung Argosigemerai, Distrik Bintuni Timur, berubah menjadi kepanikan. Sebuah kios papan yang menjual kebutuhan sehari-hari sekaligus BBM eceran di Jalan Poros SP 5, jalur satu, ludes dilalap api, Kamis (7/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIT.

Api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan kios yang terbuat dari kayu papan. Tak ada yang tersisa selain puing-puing hitam, atap seng yang roboh, rangka sepeda motor metik, peralatan elektronik, serta alat-alat rumah tangga yang meleleh dan rusak berat.

Pemilik kios, Ibu Wahida (50), masih tampak terpukul saat menceritakan detik-detik terjadinya kebakaran. Ia mengatakan, api muncul secara tiba-tiba saat dirinya sedang menyedot bensin dari mobil pikap ke dalam jerigen.

“Saya cuma sedot bensin, tiba-tiba api muncul dari bawah mobil. Saya tidak tahu api dari mana. Saya langsung teriak minta tolong, baru orang-orang bangun,” tutur Ibu Wahida dengan suara bergetar.

Api dengan cepat menyambar puluhan botol bensin siap jual yang berada tak jauh dari lokasi, lalu menjalar masuk ke dalam kios. Dalam hitungan menit, bangunan kios beserta seluruh isinya tak dapat diselamatkan.

Empat orang penghuni kios terpaksa berlari menyelamatkan diri keluar, hanya dengan pakaian yang melekat di badan.

“Sejumlah uang tunai sekitar Rp.30 juta, yang merupakan hasil penjualan bensin dan ikan, ikut terbakar. Selain itu, 4 unit freezer dan coolbox penyimpanan ikan, satu unit sepeda motor metik, AC, serta berbagai peralatan rumah tangga lainnya juga hangus. Ratusan juta ada di dalam kios,” ujar Ibu Wahida lirih, menahan kesedihan.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi tak dapat berbuat banyak karena api sudah lebih dulu menghanguskan seluruh bangunan. Petugas hanya memadamkan sisa api yang masih menyala di antara puing-puing agar tidak merambat ke bangunan lain.

Sementara itu, aparat kepolisian bersama petugas PLN mengamankan lokasi kejadian, mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kabel listrik yang jatuh dan menghalangi badan jalan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya penanganan BBM secara manual, khususnya di kawasan permukiman padat. (MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *