Views: 15
Konferensi III PWI Teluk Bintuni Dibuka, Dorong Pers Profesional dan Berintegritas
BINTUNI, PAPUA BARAT — Konferensi III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni resmi dibuka pada Kamis (9/4/2026) di Aula Penginapan Kartini Bintuni Papua Barat.
Forum tertinggi organisasi wartawan di tingkat kabupaten ini menjadi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme, soliditas, serta peran strategis pers dalam mendorong pembangunan daerah.
Pembukaan konferensi berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan, dihadiri Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara, Forkopimda, Ketua PWI Papua Barat Bustam, Kepala Kementrian Agama serta para pimpinan OPD, TNI dan Polri, BUMN dan BUMD, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.
jajaran pengurus PWI serta para insan pers yang menjadi bagian penting dari dinamika informasi di Teluk Bintuni.
Pesan Kuat: Integritas dan Profesionalisme
Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa insan pers memiliki peran vital sebagai pilar demokrasi. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta persatuan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kehadiran Ketua PWI Papua Barat beserta jajaran menjadi motivasi bagi wartawan di Teluk Bintuni untuk terus meningkatkan profesionalisme, solidaritas, dan kontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan wartawan untuk tetap berpegang pada etika dan tidak mudah terprovokasi dalam menyajikan informasi.
“Kita harus punya filter. Jangan mudah menjatuhkan orang lain lewat berita. Bisa jadi kita justru lebih buruk dari orang yang kita bicarakan,” ujarnya mengingatkan.
Menurutnya, pers harus mampu menghadirkan pemberitaan yang berimbang, membangun, dan tidak merugikan pihak lain tanpa dasar yang jelas. Ia juga menekankan pentingnya independensi serta kolaborasi dengan semua pihak.
“Wartawan harus independen dan bisa bekerja sama dengan semua pihak,” harap Wakil Bupati.
Harapan Pers yang Sehat dan Berdaulat
Ketua Panitia, Maryam Suneth, dalam laporannya menjelaskan bahwa konferensi PWI merupakan forum tertinggi organisasi yang digelar setiap tiga tahun sekali, dengan agenda utama memilih ketua dan menetapkan kepengurusan baru.
Konferensi kali ini mengusung tema “Terwujudnya Pers yang Sehat, Wartawan Berdaulat, Menuju Teluk Bintuni yang SERASI.”
Menurut Maryam, tema tersebut mencerminkan harapan besar agar insan pers mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun daerah yang sehat, energik, religius, andal, cerdas, dan inovatif.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni serta pihak swasta seperti Genting Oil Kasuri dan BP Berau (LNG Tangguh) yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Kiranya konferensi ini berjalan aman, tertib, dan lancar, serta menghasilkan pemimpin yang mampu membawa PWI ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
PWI sebagai Rumah Bersama
Sementara itu, Ketua PWI Papua Barat, Bustam, menegaskan bahwa PWI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh insan pers, tanpa terkecuali.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun harus disikapi secara dewasa melalui mekanisme organisasi.
“Demokrasi dalam organisasi adalah cermin kebesaran jiwa kita sebagai insan pers. Ini bukan sekadar pemilihan, tetapi momentum memilih pemimpin yang mampu membawa PWI lebih maju, solid, dan bermartabat,” tegasnya.
Bustam juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas wartawan melalui uji kompetensi. Menurutnya, profesionalitas adalah kunci utama dalam menjaga marwah pers.
“Kami tidak mengejar kuantitas, tetapi kualitas. Untuk menjadi anggota PWI harus melalui proses, termasuk uji kompetensi sebagai standar profesional,” tambahnya.
Konferensi III PWI Teluk Bintuni diharapkan mampu melahirkan pemimpin definitif periode ketiga yang tidak hanya mampu menjawab tantangan zaman, tetapi juga memperkuat pers sebagai pilar demokrasi yang berintegritas.
Di akhir sambutannya, Bustam mengajak seluruh insan pers untuk tetap bersatu, siapapun yang nantinya terpilih sebagai ketua.
“Siapapun yang terpilih nanti, itulah ketua kita. Semua harus kembali bersatu, satu barisan, satu tujuan untuk membangun pers yang lebih baik di Teluk Bintuni,” pungkasnya.
Konferensi ini bukan sekedar agenda organisasi, tetapi menjadi ruang refleksi dan harapan—bahwa dari Teluk Bintuni akan terus lahir wartawan yang profesional, beretika, dan mampu menjadi jembatan informasi yang mencerahkan masyarakat.
(MA/Inspirasi Papua)













