Dorong Ekonomi dan Investasi, Pemkab Bintuni Serius Garap Bandara Manimeri

Wabup Joko Lingara bersama peserta forum saat konsultasi publik Bandara Manimeri, menegaskan komitmen menghadirkan akses udara yang lebih baik untuk Bintuni. (ist/Inspirasi Papua)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 109

Bangun Akses dari Udara, Pemkab Bintuni Matangkan Master Plan Bandara Manimeri

 

 

BINTUNI, PAPUA BARAT – Harapan akan konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat Teluk Bintuni mulai diwujudkan secara nyata. Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Perhubungan menggelar konsultasi publik penyusunan dokumen Rencana Induk (Master Plan) Bandara Manimeri, Kamis (2/4/2026) bertempat di Aula Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni.

Kegiatan ini bukan sekedar agenda formal, tetapi menjadi ruang bersama untuk merancang masa depan transportasi udara yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan di daerah.

Forum tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara, pimpinan dan anggota DPRK, jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, hingga tim survei dari Universitas Hasanuddin Makassar.

Dalam sambutannya, Joko Lingara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama kalangan akademisi dan tenaga ahli yang ikut menyusun master plan Bandara Manimeri.

Menurutnya, konsultasi publik ini merupakan tahapan strategis dalam proses pembangunan daerah, khususnya sektor transportasi udara. Lebih dari itu, forum ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat agar perencanaan yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pembangunan bandara bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang membuka akses, mempercepat pelayanan, dan menghadirkan peluang baru bagi masyarakat,” ujar Joko.

Ia menegaskan, keberadaan bandara yang representatif akan memperkuat konektivitas wilayah, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kabupaten Teluk Bintuni, lanjutnya, memiliki potensi besar baik dari sisi sumber daya alam maupun posisi strategis di Papua Barat. Namun tanpa dukungan infrastruktur transportasi yang memadai, potensi tersebut akan sulit berkembang secara optimal.

Karena itu, Joko menekankan pentingnya perencanaan matang yang mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari teknis, lingkungan, sosial, hingga kebutuhan jangka panjang daerah.

“Sinergi antara pemerintah, DPRK, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan ini berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai ruang diskusi terbuka, guna menyatukan persepsi dan komitmen bersama demi kemajuan Teluk Bintuni.

Sementara itu, Ketua Panitia Victor E. Ririhena, SE., M.AP., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mendukung visi pembangunan Kabupaten Teluk Bintuni periode 2025–2030, yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat, energik, religius, andal, dan berdaya saing.

Victor menjelaskan, pembangunan Bandara Manimeri menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka akses investasi, serta mendukung pengembangan UMKM dan sektor pariwisata.

“Melalui konsultasi publik ini, kami ingin memastikan perencanaan yang disusun bersifat transparan, inklusif, dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan Universitas Hasanuddin sebagai mitra akademik diharapkan mampu memperkuat kualitas dokumen melalui kajian ilmiah yang komprehensif.

Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan menghasilkan dokumen Rencana Induk Bandara Manimeri yang tidak hanya matang secara teknis, tetapi juga mampu menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat Teluk Bintuni di masa depan.
(MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *