LMA 7 Suku Teluk Bintuni Dengan Pemda, TNI-Polri Serta Ketua Flabomora Sepakat Jaga Keamanan Dan Ketertiban

Bagikan berita ini

Visits: 59

LMA 7 Suku Teluk Bintuni Dengan Pemda, TNI-Polri Serta Ketua Flabomora Sepakat Jaga Keamanan Dan Ketertiban  

BINTNI, InspirasiPapua.id- Hasil diskusi bersama antara LMA 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Teluk Bintuni, TNI-Polri serta Ketua Flabomora sepakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban Masyarakat di kabupaten Teluk Bintuni.

Dan tidak terprovokasi dengan kejadian yang menimpa mahasiswa asal Papua di kota study Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur dari tindakan anarkis oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebab kejadian tersebut sudah dutangani pihak Polda NTT.

Kegiatan diskusi bersama tersebut bertempat di Lantai II Kantor Lambaga Masyarakat Adat 7 Suku (LMA 7 Suku) Kabupaten Teluk Bintuni Jalan Raya Bintuni, Kali Tubi Distrik Bintuni Kabupaten Teluk Bintuni telah dilaksanakan diskusi bersama, Rabu (06/12/2023).

Pertemuan atau diskusi yang dipimpinan Ketua LMA Kabupaten Teluk Bintuni Marten Wersin itu dihadiri sekitar 30 orang.

Dalam pertemuan itu dihadiri para pimpinan TNI/Polri, pemerintah daerah Teluk Bintuni yaitu Dandim 1806 Teluk Bintuni Letkol Arh Patrick Arya, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Dr. H. Choiruddin, S.I.K., M.M., M.Si, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Teluk Bintuni Renhard C. Maniagasi S.STP.

Serta juga hadir Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Iptu Tomy Samuel Marbun, Kasat Intelkam Polres Teluk Bintuni Ipda Sofyan, Ketua LMA 7 Suku Teluk Bintuni Marten Wersin, Ketua Forapelo Teluk Bintuni Agus Orocomna, Ketua Flabomora Teluk Bintuni Aloysius Ado, anggota Polres Teluk Bintuni, para Tokoh Masyarakat serta tamu undangan.

Dalam diskusi tersebut Kapolres Teluk Bintuni AKBP Dr. H. Choiruddin menghimbau kepada masyarakat Adat 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni dengan adanya kejadian itu agar melakukan Diskusi agar tidak mudah Terprovokasi dengan keadaan di NTT.

“Terkait hal itu saya minta kepada masyarakat Teluk Bintuni agar jangan mudah terprovokasi terhadap kejadian di sana apa lagi ini menjelang Pemilu Tahun 2024,” ungkap Kapolres Choiruddin.

Lanjut Kapolres Choiruiddin, dirinya secara khusus meminta kepada Ketua LMA untuk membantu pihak keamanan karena peran dari Lembaga 7 Suku ini adalah lembaga yang sangat kuat dan berpengaruh dalam membantu TNI-Polri dalam menjalankan ketertiban masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan di wilayah kabupaten Teluk Bintuni.

“Untuk menjaga keamanan kita  bertemu dengan Bapak Ibu Lembaga Adat 7 Suku. Dan kami dari TNI-Polri mengajak Bapak Ibu dari Lembaga 7 Suku agar kita sama- sama menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat agar kejadian yang terjadi di NTT tidak lagi ada kegiatan tambahan di masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni.

Dimana Kepala Suku NTT juga hadir di sini mungkin bisa menyampaikan kepada masyarakat NTT agar kita sama-sama di sini menjaga keamanan dan ketertiban agar kekompakan kita di sini bersama lembaga Adat 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni tetap terjalin dengan baik,” harap Kapolres Choiruddin akhiri arahannya.

Ditempat yang sama Dandim 1806 Teluk Bintuni Letkol Arh Patrick Arya Bima,SIP menambahkan bahwa untuk menjaga keamanan di daerah ini maka dirinya bersama Kapolres mengajak LMA 7 Suku kabupaten Teluk Bintuni untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di kabupaten Teluk Bintuni.

“Kejadian yang terjadi di NTT tidak lagi ada kegiatan tambahan di kabupaten kita ini. Dan di sini juga hadir Kepala Suku NTT yang mungkin bisa menyampaikan kepada Masyarakat NTT agar kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di daerah ini.

Agar kekompakan kita di sini bersama lembaga Adat 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni tetap terjaga.  Oleh karena itu, mari kita diskusikan agar hal yang tidak diinginkan tidak  terjadi bahkan sampai terdapat kejadian yang fatal yang dapat mengakibatkan  konflik antar suku yang berakibat korban baik dari suku yang sedang panas maupun suku lainnya agar kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat,” harap Dandim 1806 Teluk Bintuni itu.

Sementara itu Ketua LMA 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni Marten Wersin mengatakan  bahwa masalah yang terjadi di NTT sudah ditangani oleh pihak berwajib.

“Tentunya ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai Ketua LMA 7 Suku kabupaten. Dimana kami sebagai lembaga adat 7 suku perlu mengambil sikap dan memberikan sosialisasi bersama dengan aparat keamanan maupun ormas lainnya sehingga apa yang terjadi di Surabaya tidak terulang kembali dan dampaknya tidak meluas ke Bintuni.

Selain itu, kami juga sudah berbicara untuk melakukan pertemuan dengan masyarakat dari NTT bahwa Lembaga Masyarakat Adat 7 Suku dan NTT akan kita pastikan tenang dan aman tidak boleh terprovokasi dengan kejadian yang terjadi di sana,” ujar Wersin.

Selanjutnya Ketua Flabomora NTT Allosius Ado di depan Ketua LMA 7 Suku dan Forkopimda mengatakan bahwa selaku Ketua Flabomora di wilayah kabupaten Teluk Bintuni dirinya secara pribadi dan mewakili keluarga besar NTT yang ada di kabupaten Teluk Bintuni memiliki sikap yang sama dengan Masyarakat adat 7 suku di kabupaten ini yaitu jangan kita terprovokasi dan siap menjaga keamanan dan ketertiban di kabupaten Teluk Bintuni.

“Selaku Ketua Kerukunan Keluarga Besar NTT kami sudah menghubungi keluarga besar yang ada di sana agar Ormas yang tidak bertanggung jawab itu diproses.

Dimana saya sebagai keluarga besar NTT yang ada di sini mewakili mereka semua meminta maaf yang sebear-besarnya atas kejadian yang terjadi di sana,” tutur Ketua Flabomora Bintuni itu.

Sedangkan Kepala Suku Wamesa Dominggus Subyai juga angkat bicara dalam diskusi bahwa dirinya selaku kepala suku Wamesa mengajak semua untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban dari persoalan yang telah terjadi di NTT.

“Jangan terprovokasi dengan keadaan di NTT sebab pelaku sudah diproses atas tindakan anarkis mereka yang tidak bertanggung jawab kepada Mahasiswa di kota studi Flores.

Kami siap menjaga keamanan agar hal-hal itu tidak terjadi di daerah ini. Dan sebelum ke sini kami sudah melakukan diskusi kepada masyarakat adat kami suku Wamesa, tokoh pemuda, tokoh agama, serta tokoh adat lainnya.

Mari sama-sama menjaga rumah kita kabupaten Teluk Bintuni ini ingat kita di sini sudah banyak yang menikah dengan orang NTT jangan kita ikut rame dalam kejadian atau persoalan yang terjadi di NTT karena sudah diamankan oleh pihak berwajib yaitu Kepolisian Polda NTT,” harapnya.

Selanjutnya Kepala Suku Irarutu Anton Okrofa menyampaikan kepada masyarakat khususnya di wilayah Irarutu agar tidak ikut campur atas persoalan yang terjadi di NTT karena sudah ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian.

Kami sebagai lembaga adat 7 suku khususnya suku Irarutu mengambil sikap dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu bersama-sama dengan aparat keamanan maupun Ormas lainnya menjaga keamanan dan ketertiban di daerah ini agar apa yang terjadi di NTT tidak terjadi di kabupaten ini dan dampaknya tidak meluas dan dapat merusak kita sendiri.

Dan sebelum ke sini saya sudah menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat Adat suku Irarutu agar kita jangan terlalu ikut ikut rame terhadap kejadian itu karena sudah diamankan oleh pihak berwajib,” ujar Anton Okrofa.

Kemudian Kepala Suku Moskona  Silas Asmorom juga menegaskan  bahwa suku Moskona siap menjaga keamanan agar hal seperti itu tidak terjadi.

“Dimana sebelum ke sini saya sudah menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat adat suku Moskona di wilayah Moskona  agar mereka ingat bahwa sudah banyak orang Moskona yang menikah dengan orang NTT di sini.

Sehingga jangan kita ikut campur atau ikut rame dengan persoalan yang terjadi di NTT karena sudah diamankan oleh pihak berwajib di NTT,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Suku Sebyar  Aci Kosepa bahwa dirinya juga sudah juga sudah menyampaikan hal yang sama kepada masyarakat Suku Sebyar untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban karena kejadian di NTT itu sudah di tangani oleh pihak keamanan di sana.

Khususnya Kita di sini jangan kita mudah Terprovokasi ikut ikutan Dalam Kegiatan yang Merusak kita di sini Agar kabupaten teluk Bintuni Tetap aman tidak ada Kejadian kejadian Seperti di Daerah lain.

“Kejadian di NTT itu adalah oknum oknum tidak bertanggung jawab, oknum oknum tersebut sudah di tindak lanjuti oleh Kepolisian Polda NTT sekarang ini yang perhatuian kita semua yaitu bagaimana kita menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah kabupaten Teluk Bintuni,” papar tokoh masyarakat suku Sebyar itu.

Kemudian pernyataan terakhir disampaikan Plt. Kepala Badan Kebangpol Kabupaten Teluk Bintuni Rheinhard C. Maniagasi, S.STP mewakili Bupati Teluk Bintuni atau pemerintah daerah Teluk Bintuni.

Rheinhard Maniagasi mengatakan bahwa selaku Kepala Kesbangpol Teluk Bintuni dirinya mewakili pemerintah daerah Teluk Bintuni sangat mengapresiasi Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Ketua LMA 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni.

“Kejadian di NTT itu dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dimana mereka sudah ditindak oleh Kepolisian Polda NTT. Dimana sekarang ini yang yang menjadi perhatian kita semua bagaimana untuk kita menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah kabupaten Teluk Bintuni.

Dimana LMA 7 Suku yang ada di kabupaten Teluk Bintuni dan bahkan Flabomora Bintuni sendiri sudah menyampaikan bahwa siap mendukung TNI-Polri, Pemda Kabupaten Teluk Bintuni untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta hubungan tali persaudaraan kita semua di Bintuni.

Pertemuan ini dilaksanakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti halnya kejadian kasus rasis di Surabaya sehingga sempat terjadi berbagai demo yang mengakibatkan pembakaran aset pemerintah, swasta, perselisihan antar suku dan lainnya seperti yang terjadi di wilayah lainnya.

Namun di Teluk Bintuni juga terjadi aksi damai tetapi kita tetap perlu antisipasi adanya aksi yang serupa bahkan lebih dari yang tidak kita harapkan, karena media sosial ini dampaknya sangat besar dan sangat mudah tersebar sehingga masyarakat mudah terpengaruh oleh provokasi yang mengganggu kenyamanan dan keamanan,” papar Plt. Kepala Badan Kesbangpol Bintuni itu.

Pantauan media ini kegiatan Diskusi Menangapi Isu yang berkembang di media sosial tentang tindakan anarkis yang di lakukan oleh beberapa oknum kepada Mahasiswa asal Papua di Kota Study Flores berjalan dengan aman dan Lancar hingga selesai. (ahm-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *