Dua Hari Pencarian, Nelayan Tenggelam di Kali Tirasai Ditemukan Meninggal

Tim SAR Sat Polairud Polres Teluk Bintuni mengevakuasi jenazah nelayan Wahyono alias Janto menggunakan KP Retui-101 usai ditemukan di Kali Tirasai, Distrik Manimeri, Sabtu (10/1/2026). (ist/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 54

Nelayan Tenggelam di Kali Tirasai Ditemukan Meninggal Dunia, Tim SAR Evakuasi Jenazah

 

BINTUNI, PAPUA BARAT — Harapan keluarga untuk menemukan Wahyono alias Janto dalam keadaan selamat akhirnya pupus. Setelah dua hari dilakukan pencarian, nelayan yang dilaporkan tenggelam akibat perahu terbalik di Kali Tirasai, Distrik Manimeri, Teluk Bintuni, itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (10/1/2026) pagi.

Jenazah Wahyono ditemukan sekitar pukul 09.39 WIT oleh Tim SAR Sat Polairud Polres Teluk Bintuni di perairan Kali Tirasai, pada koordinat -2°3’33.456″S dan -133°51’28.026″E.

Usai ditemukan, korban langsung dievakuasi menggunakan Kapal Patroli KP Retui-101 menuju Dermaga Jetty Pemda Kampung Lama Bintuni, sebelum dibawa dengan ambulans ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kasat Polairud Polres Teluk Bintuni, Iptu Safril, mewakili Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K, menjelaskan bahwa pencarian telah dilakukan sejak Jumat (9/1/2026) sore, tak lama setelah laporan diterima. Saat itu, Wahyono dilaporkan hilang setelah longboat yang ditumpanginya terbalik dan terseret arus Kali Tirasai yang cukup deras.

Tim SAR Sat Polairud segera dikerahkan dan memulai pencarian dari Dermaga Jetty Pemda Kampung Lama sekitar pukul 14.45 WIT. Penyisiran dilakukan dari Muara Muturi hingga Kali Tirasai, dibantu para nelayan setempat yang turut menggunakan longboat.

Namun hingga malam hari, korban belum ditemukan sehingga pencarian dihentikan sementara karena keterbatasan jarak pandang.

“Pencarian hari pertama kami hentikan sekitar pukul 18.30 WIT karena kondisi sudah gelap. Tim SAR bersama masyarakat bermalam di Log Pond PT MML Tirasai dan pencarian dilanjutkan keesokan harinya,” ujar Iptu Safril.

Operasi SAR melibatkan lima personel Sat Polairud Polres Teluk Bintuni dengan dukungan kapal patroli serta peralatan keselamatan seperti life jacket, ring buoy, tali, parang, hingga kantong jenazah. Upaya bersama aparat dan masyarakat akhirnya membuahkan hasil, meski berujung duka.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi air, agar selalu waspada terhadap kondisi arus dan cuaca, serta melengkapi diri dengan alat keselamatan saat beraktivitas di perairan, guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali.
(MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *