Views: 48
Satgas Pangan Polres Teluk Bintuni Pastikan Stok Aman Jelang Ramadan 2026
BINTUNI, PAPUA BARAT – Menjelang Bulan Suci Ramadan 2026, Tim Satgas Pangan Polres Teluk Bintuni turun langsung melakukan operasi pasar guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (13/2/2026).
Sejak pukul 09.00 WIT, tim melakukan pemantauan ke sejumlah distributor dan ritel modern, di antaranya Distributor Beras Alam Bersinar, PT MSP (distributor sembako), Toko Galaxy Mart, Toko Hiklal, hingga Pasar Tradisional Sentral Bintuni.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan harga serta potensi kelangkaan bahan pokok menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026.
Dari hasil pengecekan di lapangan, stok kebutuhan bahan pokok dipastikan masih mencukupi hingga Idul Fitri. Meski demikian, harga sejumlah komoditas terpantau masih fluktuatif mengikuti mekanisme pasar.
Pendistribusian barang dari distributor ke pedagang juga berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K melalui Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni AKP Boby Rahman, S.I.K menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas pangan dan melindungi masyarakat dari potensi permainan harga.
“Pemantauan ini kami lakukan untuk memastikan stok bahan pokok aman dan harga tetap terkendali menjelang Ramadan. Kami ingin masyarakat merasa tenang dan tidak khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok,” ujar AKP Boby Rahman.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara berkala selama Ramadan hingga Idul Fitri. Jika ditemukan adanya indikasi penimbunan atau pelanggaran distribusi, Satgas Pangan tidak akan segan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, tim juga mengimbau para distributor agar menarik produk kedaluwarsa atau kemasan rusak dari peredaran dengan berkoordinasi bersama dinas terkait. Para pedagang eceran pun diingatkan untuk menjual bahan pokok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman selama Ramadan. Dengan pengawasan yang terus dilakukan, masyarakat diimbau tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
(MA/Inspirasi Papua)













