Dari Lomba ke Pembinaan Karakter, MTQ XI Bintuni Ditutup Penuh Inspirasi

Penutupan MTQ ke-XI Teluk Bintuni, Jumat (9/4/2026) malam, berlangsung khidmat saat Wakil Bupati Joko Lingara resmi menutup kegiatan. Suasana haru dan hangatnya kebersamaan mencerminkan semangat Qur’ani yang hidup dalam harmoni dan persaudaraan masyarakat. (MA/Inspirasi Papua)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 24

MTQ XI Bintuni Berakhir, Lahirkan Generasi Qur’ani dan Perkuat Harmoni Masyarakat

 

 

BINTUNI, PAPUA BARAT — Suasana haru berpad hangatnya kebersamaan mewarnai penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI tingkat Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2026.

Setelah berlangsung selama lima hari, kegiatan religius ini resmi ditutup dengan khidmat, menandai berakhirnya rangkaian acara yang berjalan aman, tertib, dan lancar.

Lebih dari sekadar ajang perlombaan, MTQ tahun ini meninggalkan kesan mendalam tentang kekuatan kebersamaan dan nilai-nilai spiritual yang tumbuh di tengah masyarakat.

Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan MTQ menjadi bukti nyata kemampuan daerah dalam menyelenggarakan event besar, bahkan di tengah berbagai dinamika.

“Kita patut bersyukur. MTQ ini berjalan aman dan terkendali. Terima kasih kepada panitia yang telah bekerja keras. Ini patut diapresiasi,” tegasnya.

Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada aparat keamanan dari TNI dan Polri yang telah menjaga situasi tetap kondusif, serta dedikasi panitia dan dewan hakim yang bekerja tanpa lelah di balik layar.

Lebih jauh, Joko Lingara mengingatkan bahwa MTQ bukan sekedar lomba membaca Al-Qur’an, melainkan ruang pembinaan karakter generasi muda.

“MTQ ini adalah investasi masa depan. Anak-anak kita tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun disiplin, mental, dan nilai-nilai spiritual.

Menutup sambutannya, Lingara mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat harmoni dalam keberagaman yang telah terbangun di Teluk Bintuni. “Kerukunan adalah kekuatan kita. Mari kita jaga bersama,” harapnya.

Kerja Kolektif di Balik Kesuksesan

Di balik kelancaran pelaksanaan, terdapat kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak. Ketua Panitia MTQ ke-XI, Ansyar Mamboe, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas dukungan luas yang diberikan.

“Alhamdulillah, sejak pembukaan hingga penutupan malam ini, semua berjalan baik. Ini bukan hanya kerja panitia, tetapi kerja bersama. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dewan hakim yang profesional, serta seluruh masyarakat yang turut menjaga suasana tetap kondusif,” ujarnya.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh panitia, termasuk kelompok paduan suara Jemaat GKI Via Dolorosa Bintuni yang ikut menghadirkan nuansa kebersamaan lintas elemen dalam kegiatan tersebut.

Meski berjalan sukses, Ansyar mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan selama pelaksanaan. Hal itu, menurutnya, menjadi bahan evaluasi penting untuk penyelenggaraan di masa mendatang.

“Kami menyadari masih ada hal-hal yang perlu dibenahi. Ini akan menjadi evaluasi untuk pelaksanaan MTQ berikutnya agar lebih baik lagi. Selamat kepada para pemenang, semoga menjadi inspirasi bagi peserta lainnya,” harapnya.

Lebih dari Sekedar Juara

Penutupan MTQ ke-XI ditandai dengan pengumuman para pemenang dari berbagai cabang lomba. Namun, esensi kegiatan ini tidak berhenti pada siapa yang menjadi juara.

MTQ telah menjadi ruang pembelajaran, pembinaan, sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat. Dari panggung MTQ inilah diharapkan lahir generasi Qur’an—generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjaga persatuan, merawat toleransi, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Di Teluk Bintuni, MTQ bukan sekedar peristiwa tahunan. Ia adalah denyut kebersamaan, yang terus menghidupkan harapan akan masa depan yang lebih berakhlak dan harmonis.

(MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *