Views: 31
Harapan Baru di Pesisir Wamesa: Puskesmas Idoor Resmi Beroperasi
WAMESA, TELUK BINTUNI — Minggu (26/10/2025) menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Distrik Wamesa. Di tengah semarak perayaan HUT ke-69 Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, gema sukacita terdengar hingga ke pesisir Wamesa: Puskesmas Idoor resmi diresmikan oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.
Bangunan berwarna cerah itu berdiri tegak di kampung Idoor, menjadi simbol kehadiran negara dalam menjangkau pelayanan kesehatan hingga pelosok pesisir Teluk Bintuni.
Sejak pagi, ratusan warga telah berkumpul di halaman puskesmas, menyambut rombongan Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy yang datang bersama Plt. Kepala Dinas Kesehatan Yohanis Manobi, staf khusus dr. Andreas Ciokan, serta anggota DPRK Teluk Bintuni dari daerah pemilihan II Teluk Bintuni, Roy Masyewi dan Korneles Waney dari Fraksi Otsus.
Perwakilan TNI–Polri, jajaran Dinas Kesehatan, dan Humas-Protokoler turut hadir.
Suasana kian hangat saat Bupati Manibuy menggunting pita merah, menandai dibukanya lembaran baru bagi pelayanan kesehatan di Wamesa.
Simbol Komitmen Pemerintah Daerah
Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy menegaskan bahwa pembangunan puskesmas itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan layanan kesehatan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pesisir yang terpencil.
“Peresmian Puskesmas Idoor menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai bagi seluruh masyarakat di distrik ini,” ujar Bupati Manibuy di hadapan warga.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berpusat di kota. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperpendek jarak warga untuk mendapatkan perawatan medis dasar tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kabupaten.
Kebanggaan dan Rasa Syukur Warga
Usai prosesi peresmian, Bupati bersama rombongan meninjau ruang-ruang pelayanan puskesmas — mulai dari unit gawat darurat, ruang pemeriksaan umum, hingga fasilitas rawat inap sederhana. Semua terlihat siap beroperasi, dengan tenaga medis yang telah ditempatkan oleh Dinas Kesehatan.
Di antara kerumunan warga, terlihat wajah-wajah penuh haru. Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan rasa syukur yang mewakili warga setempat.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah hadirkan puskesmas ini. Kini kami tidak perlu jauh-jauh kalau sakit. Tuhan memberkati Bupati dan keluarga,” ujarnya penuh suka cita.
Akses Kesehatan Semakin Dekat
Sebelumnya, warga Wamesa harus menempuh perjalanan laut selama berjam-jam menuju puskesmas terdekat di distrik lain. Kini, dengan berdirinya bangunan Puskesmas Wamesa yang refresentatif, pelayanan kesehatan dasar — mulai dari imunisasi, persalinan, hingga pengobatan penyakit menular — dapat dilakukan langsung di kampung mereka.
Pemerintah daerah berharap puskesmas ini menjadi pusat penggerak kesehatan masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Teluk Bintuni secara menyeluruh.
Harapan di Ujung Teluk
Peresmian Puskesmas Wamesa bukan sekadar pembukaan gedung baru. Ia adalah wujud nyata pemerataan pembangunan dan perhatian terhadap masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
Bagi warga Wamesa, fasilitas kesehatan ini adalah harapan baru — harapan akan hidup yang lebih sehat, sejahtera, dan mandiri.
Kini, Puskesmas Wamesa resmi beroperasi melayani masyarakat Distrik Wamesa, membawa pesan sederhana namun bermakna: pembangunan yang berpihak pada manusia dan kehidupan.
(MA/Inspirasi Papua)

