IDI Cabang Bintuni Gelar Kegiatan Bincang-Bincang Terkait Stunting Dan Demo Memasak Pangan Lokal

Bagikan berita ini

Visits: 38

IDI Cabang Bintuni Gelar Kegiatan Bincang-Bincang Terkait Stunting Dan Demo Memasak Pangan Lokal

BINTUNI, InspirasiPapua id- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Teluk Bintuni mengadakan kegiatan “Bincang – Bincang Terkait Stunting dan Demo Memasak Makanan dari Bahan Pangan Lokal”, Kamis (09/11/2023) berlangsung di Aula Misi KM 2 Distrik Bintuni.

“Kegiatan Bincang Terkait Stunting merupakan rangkaian kegiatan HUT IDI ke – 73 dan Hari Kesehatan Nasional tahun 2023 yang diperingati setiap tanggal 12 November.

Peserta kegiatan terdiri dari 25 orang tua dari bayi dan balita stunting dan 4 orang kader di Bintuni, Kepala Puskesmas Bintuni, Manimeri dan Muturi, ketua organisasi profesi kesehatan di Bintuni.

Seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI).

Serta Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, direktur RSUD Teluk Bintuni dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Teluk Bintuni,” ungkap Wakil Ketua IDI Cabang Teluk Bintuni dr. Wiendo Syahputra Yahya, Sp.P, FAPSR, FISR kepada media ini, Minggu (12/11/2023) di Bintuni.

Pengurus IDI Cabang Teluk Bintuni itu juga menjelaskan bahwa Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop, SH juga hadir dalam kegiatan tersebut untuk membuka secara resmi kegiatan Kitong Bacerita Stunting.

“Sekaligus sebagai narasumber utama yang menyampaikan program-program pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dalam percepatan penurunan stunting.
Dimana Wakil Bupati Teluk Bintuni sebagai pembina Tim Terpadu Penanggulangan Stunting Kabupaten Teluk Bintuni.

Narasumber berikutnya adalah Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Teluk Bintuni Christine Inanosa, SKM yang memaparkan tentang Upaya Penggunaan Bahan Pangan Lokal.

Sebagai Sumber Makanan Utama Bagi Bayi dan Balita Stunting di Teluk Bintuni.
Dimana saat ini prevalens bayi dan balita stunting di Teluk Bintuni sampai Oktober 2023 sudah menurun menjadi 15%.

Penyebab terjadinya stunting di Teluk Bintuni pada umumnya disebabkan oleh pola pengasuhan dan pemberian makanan yang belum tepat dan faktor ekonomi.

Sementara pembicara lainnya yaitu Dokter Spesialis Anak RSUD Teluk Bintuni dr. Rafiqa Rais menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi tubuh anak yang lebih pendek berdasarkan kurva umur dan tinggi badan anak.

Stunting terutama disebabkan oleh kekurangan asupan nutrisi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama (kronik) dan infeksi pada anak yang berulang.

Dokter Rafiqa menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi anak sesuai umur, memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif untuk bayi berusia 0 – 6 bulan dan mengatur jadwal makan pada bayi dan balita.

Anak yang stunting tidak hanya memiliki tubuh yang pendek (kerdil) tapi juga sangat berisiko untuk mengalami gangguan tumbuh kembang.

Dimana tingkat kecerdasan yang tidak optimal sehingga mengganggu proses belajar dan prestasi di sekolah sedangkan komplikasi jangka panjang stunting bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas dan diabetes pada usia dewasa.

Sedangkan Ketua Panitia HUT IDI ke – 73 Teluk Bintuni dr. Wiendo Syahputra Yahya, Sp.P, FAPSR, FISR pada kesempatan itu menyerahkan sertifikat penghargaan kepada ketiga narasumber.

Sementara Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop menyerahkan secara simbolis 3 paket pemberian makanan buat orang tua dari bayi dan balita stunting.

Kemudian Panitia HUT IDI ke – 73 memberikan paket makanan buat semua orang tua yang hadir.

Selanjutnya Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Cabang Teluk Bintuni mempraktekan demo memasak makanan dari bahan pangan lokal kepada orang tua dan kader.

Makanan yang disiapkan adalah membuat gado – gado dan kue brownies untuk bayi dan balita stunting. (ahm-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *