Bupati Yohanis Manibuy Buka Rekrutmen ASN & Non-ASN RSP Babo Raya

Staf Ahli Bupati Bidang Kesehatan, Marinus Aronggear mewakili Bupati Teluk Bintuni membuka seleksi ASN & Non-ASN RSP Babo Raya—mengawali langkah besar pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan pesisir yang lebih dekat, adil, dan berkualitas. (ist/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 252

Bupati Yohanis Manibuy Buka Rekrutmen ASN & Non-ASN RSP Babo Raya: “Kita Bangun Layanan Kesehatan Pesisir yang Lebih Adil dan Berkualitas”

 

BINTUNI, PAPUA BARAT — Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni resmi memulai proses rekrutmen tenaga ASN dan Non-ASN untuk Rumah Sakit Pratama Babo Raya (RSPBR), Senin (1/12/2025). Pembukaan seleksi ini ditandai dengan sambutan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, SE., MH yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kesehatan Marinus Aronggear, AMK mewakili Bupati membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya Bupati menegaskan bahwa pembangunan layanan kesehatan pesisir menjadi prioritas penting dalam visi Teluk Bintuni Serasi.

Dalam acara yang juga dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni Yohanis R. Manobi, Plt. Direktur  RSP Babo Raya dr. Nova Sumihartini dan Ketua Panitia Seleksi Semuel Manibuy serta organisasi profesi kesehatan, Kabid di lingkup Dinas Kesehatan dan RSP Babo Raya hingga peserta seleksi itu, Bupati menyampaikan bahwa kualitas SDM kesehatan merupakan kunci keberhasilan pelayanan yang merata di seluruh wilayah, termasuk di pesisir yang selama ini masih memerlukan perhatian lebih.

“Melalui RSP Babo Raya, pemerintah ingin menghadirkan layanan kesehatan lanjutan dan spesialistik yang lebih dekat, mudah diakses, dan berkualitas untuk masyarakat pesisir,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa langkah itu bukan sekedar pembangunan fisik rumah sakit, tetapi pembangunan sistem pelayanan kesehatan yang komprehensif dan manusiawi.

Rekrutmen ASN dan Non-ASN RSP Babo Raya akan dilakukan dalam tiga gelombang, mencakup tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga administrasi kesehatan, serta tenaga umum yang akan menopang operasional rumah sakit.

Bupati memberi apresiasi kepada Dinas Kesehatan yang telah memulai proses seleksi secara terbuka dan terstruktur.

Terkait banyaknya pelamar yang tidak lolos administrasi karena belum memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), Bupati mengajak organisasi profesionalisme kesehatan memperkuat pembinaan dan pendampingan anggotanya.

“Legalitas profesi dan peningkatan kompetensi itu penting. Kita ingin tenaga kesehatan Bintuni siap bersaing dan memenuhi standar nasional,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa proses rekrutmen harus berjalan objektif, profesional, dan transparan. Ia berharap SDM yang terpilih bukan hanya kompeten, tetapi juga memiliki etika, komitmen, dan hati yang tulus dalam melayani masyarakat.

“Ini bukan sekadar lowongan pekerjaan. Ini adalah panggilan pengabdian. RSP Babo Raya akan menjadi pusat harapan masyarakat pesisir. Karena itu, saya berharap peserta mengikuti seleksi dengan serius dan menunjukkan kemampuan terbaik,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy mengajak seluruh pihak menjaga integritas proses seleksi dan bersama-sama mendorong percepatan layanan kesehatan yang lebih merata.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa memudahkan langkah kita dalam melaksanakan tugas dan pengabdian bagi masyarakat Sisar Matiti,” tutupnya.

Pembukaan rekrutmen itu menjadi tonggak penting bagi hadirnya pelayanan kesehatan yang lebih maju di wilayah pesisir Teluk Bintuni—sebuah harapan baru yang kini mulai diwujudkan. (MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *