Tekan Angka Penyakit Menular, Pemkab Teluk Bintuni Siapkan Rumah Singgah untuk Pasien HIV, TBC, dan ODGJ

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Alloysius Nafurbenan, SKM, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRK membahas pencegahan HIV. Terlihat juga Gedung AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) yang menjadi pusat layanan penyakit menular di Teluk Bintuni. (ist/Kadate/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 141

DPRK Teluk Bintuni Bahas Penanganan HIV, Pemkab Siapkan Rumah Singgah untuk Pasien Penyakit Menular dan ODGJ

 

BINTUNI – Meningkatnya kasus penularan HIV di Kabupaten Teluk Bintuni menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menyikapi hal itu, Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota DPRK Teluk Bintuni yang digelar pada Agustus 2025 di Ruang Pertemuan Komisi Gedung Kantor DPRK.

Rapat tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan penanggulangan HIV yang terus mengalami peningkatan di wilayah Teluk Bintuni.

Salah satu isu penting yang mencuat adalah rencana pembangunan Rumah Singgah bagi pasien penyakit menular, termasuk ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Kepala Bidang P2M Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Alloysius Nafurbenan, SKM, menjelaskan bahwa keberadaan Rumah Singgah menjadi kebutuhan mendesak dalam mendukung penanganan penyakit menular di daerah.

“Dalam RDP bersama DPRK, kami membahas berbagai langkah pencegahan dan penanggulangan HIV. Selain itu, kami juga menyampaikan pentingnya pembangunan Rumah Singgah untuk pasien penyakit infeksi seperti HIV dan TBC, serta Rumah Singgah khusus ODGJ,” ujar Nafurbenan.

Menurutnya, gagasan pembangunan Rumah Singgah tersebut telah dibicarakan pula dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda).

Nantinya, fasilitas tersebut akan difungsikan sebagai tempat tinggal sementara bagi pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan setelah menjalani pengobatan di rumah sakit.

“Setelah menjalani perawatan di RSUD Bintuni, pasien tetap perlu melakukan kontrol kesehatan. Nah, di Rumah Singgah itu mereka bisa tinggal sementara agar proses pemulihan dan pengawasan kesehatannya berjalan optimal,” jelasnya.

Nafurbenan menambahkan, pengelolaan Rumah Singgah akan melibatkan pengurus khusus agar pelayanan kepada pasien berjalan baik dan manusiawi.

Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, kata dia, telah memberikan persetujuan atas rencana pembangunan tersebut sebagai bagian dari upaya komprehensif menangani masalah kesehatan masyarakat.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam menekan angka penularan penyakit menular dan memberikan ruang pemulihan yang layak serta bermartabat bagi pasien.

Laporan: Tim Redaksi Kadate / Inspirasi Papua, Reporter: M.Ahmad

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *