Dari Kepekaan Jadi Aksi Nyata, Donor Darah di MTQ Bintuni Disambut Antusias

Aksi kemanusiaan di tengah semarak MTQ XI, Wakil Bupati Teluk Bintuni bersama warga antusias mengikuti donor darah melalui layanan jemput bola RSUD. (MA/Inspirasi Papua)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 69

Jemput Bola di Arena MTQ, Inisiatif Tim Kesehatan Bintuni Hidupkan Semangat Donor Darah

 

 

BINTUNI, PAPUA BARAT – Di tengah semarak pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI, hadir sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh: layanan donor darah langsung di lokasi kegiatan.

Inisiatif ini datang dari Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Kabupaten Teluk Bintuni yang dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Bintuni, dr. Novita Panggau, Sp.PD yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Kesehatan Panitia MTQ.

Berangkat dari kepekaan melihat ribuan masyarakat yang berkumpul, dr. Novita bersama timnya mengambil langkah cepat tanpa perencanaan panjang—menghadirkan mobil UTD langsung ke arena MTQ.

“Kegiatan ini sebenarnya tidak direncanakan. Namun karena saya juga sebagai ketua tim kesehatan panitia MTQ dan melihat banyak masyarakat hadir, maka kami berinisiatif menghadirkan mobil UTD untuk menjemput para pendonor,” ungkap dr. Novita.

Langkah sederhana namun tepat sasaran itu langsung mendapat respons luar biasa. Puluhan orang dari berbagai kalangan—peserta kafilah, panitia, hingga pejabat daerah—antusias mendonorkan darahnya. Bahkan Wakil Bupati Teluk Bintuni dan sejumlah kepala dinas turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Bagi dr. Novita, tingginya partisipasi ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah mulai tumbuh.

“Kami tidak menyangka responsnya akan sebesar ini. Banyak yang datang dengan sukarela, ini sangat menggembirakan,” ujarnya.

Di balik antusiasme itu, tersimpan kebutuhan nyata yang selama ini dihadapi RSUD Teluk Bintuni, yakni keterbatasan stok darah. Tambahan sekitar 20 kantong darah per hari, menurutnya, sudah sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan.

Untuk itulah, pendekatan “jemput bola” menjadi strategi yang dinilai efektif—mendekatkan layanan ke tengah masyarakat, bukan menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan.

“Dengan kita yang datang langsung ke lokasi kegiatan, masyarakat jadi lebih mudah. Ternyata cara ini jauh lebih efektif,” jelasnya.

Tak hanya berdampak sosial, kegiatan donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor. Sebelum mendonor, setiap orang akan menjalani pemeriksaan awal seperti pengecekan hemoglobin (HB) dan tekanan darah.

“Donor darah itu sehat. Kita bisa mengetahui kondisi tubuh kita sekaligus membantu orang lain,” tambah dr. Novita.

Selama MTQ XI yang berlangsung hingga 8 April 2026, layanan donor darah tetap dibuka di posko medis.

Upaya ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
Meski demikian, tantangan masih ada. Golongan darah AB menjadi yang paling langka, disusul A dan B yang juga kerap terbatas. Untuk mengantisipasi, pihak UTD telah menyiapkan database pendonor yang siap dihubungi sewaktu-waktu.

Melalui langkah spontan namun penuh makna ini, UTD RSUD Bintuni tidak hanya memenuhi kebutuhan medis, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian di tengah masyarakat.

Di tengah lantunan ayat suci Al-Qur’an, aksi donor darah ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan dan kebersamaan adalah nilai yang terus hidup dan menguat di Teluk Bintuni.
(MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *