Views: 61
Kolaborasi Polri dan Petani: Bantuan Bibit Jagung Dari Kapolres Teluk Bintuni Diserahkan Kepada Gapoktan Meterabu Jaya
BINTUNI – Sabtu pagi (9/8/2025), udara Kampung Meterabu Jaya di Distrik Sumuri Kabupaten Teluk Bintuni terasa segar. Di tengah hamparan lahan yang siap digarap, deru mesin traktor tangan memecah keheningan. Beberapa petani tampak sibuk, sebagian lagi tersenyum lebar menerima karung-karung berisi bibit jagung yang baru saja tiba.
Bibit itu datang bukan dari toko atau distributor pupuk, melainkan dari kepedulian aparat keamanan. Bripka Bakri Refideso, Bhabinkamtibmas Kampung Meterabu Jaya, menyerahkannya langsung kepada kelompok tani (Gapoktan) Anugrah.
Bantuan itu merupakan titipan dari Kapolres Teluk Bintuni melalui Kapolsek Babo, sebagai wujud dukungan terhadap ketahanan pangan di wilayah pelosok.
Di antara para petani, Andi Wijaya, ketua kelompok tani Anugrah, tampak sumringah. Bersama dua rekannya, ia mengelola lahan seluas sekitar satu hektar. Selama ini mereka kerap terkendala bibit dan pupuk. Bantuan yang datang kali ini, meski sederhana, terasa seperti membuka pintu musim tanam yang baru.
“Bibit ini jadi semangat baru untuk kami. Semoga hasil panen nanti bisa mencukupi kebutuhan warga dan bahkan bisa dijual keluar kampung,” ujar Andi sambil menepuk karung bibit di sampingnya.
Tak jauh dari lokasi penyerahan, traktor tangan terus bergerak membalik tanah. Debu bercampur aroma tanah basah memenuhi udara—pertanda lahan mulai siap menampung biji-biji jagung yang akan ditanam.
Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, S.I.K melalui Bripka Bakri mengatakan, kegiatan itu bukan sekedar membagikan bibit dan berharap bibit yang ditanam itu akan tumbuh menjadi tanaman yang memberi manfaat jangka panjang. “Kami ingin membantu petani agar lebih mandiri dan produktif, sejalan dengan program pemerintah di bidang ketahanan pangan,” ujarnya.
Menjelang siang, bantuan bibit telah disalurkan, lahan sudah setengah tergarap, dan senyum petani masih mengembang. Di tengah terpaan angin pesisir Sumuri, ada harapan baru yang ditanam bersama bibit-bibit jagung itu—harapan akan panen yang melimpah dan kehidupan yang lebih sejahtera. (Tim Redaksi Kadate/Inspirasi Papua)













