Jelang Natal dan Tahun Baru, Ketua MUI Teluk Bintuni Himbau Umat Muslim Ikut Jaga Kamtibmas Dan Kerukunan Umat

Bagikan berita ini

Views: 10

*Jelang Natal dan Tahun Baru

Ketua MUI Teluk Bintuni Himbau Umat Muslim Ikut Jaga Kamtibmas Dan Kerukunan Umat Beragama

BINTUNI, InspirasiPapua.id- Menjelang Natal 25 Desember 2022 dan memasuki Tahun Baru 01 Januari 2023 Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Teluk Bintuni Ustad Rahman Urbun menghimbau kepada umat muslim di Teluk Bintuni untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta hubungan kerukunan antar umat beragama di Tanah Papua, khususnya di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni.

“Kami (ummat Islam) Insyaallah tetap bersama TNI-Polri dan pihak terkait untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan itu. Bukan saja pada momentum Natal dan Tahun Baru, tapi di luar momentum itu, dan itu sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan, persaudaraan di atas Tanah Papua, terkhusus di Tanah Sisar Matiti Kabupaten Teluk Bintuni ini,” ungkap Ustad Rahman Urbun, Rabu (14/12/2022) kepada wartawan di Bintuni.

Menurut Ustad Rahman Urbun, sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan contoh perbuatan teladan untuk saling menjaga hormat-menghormati, melindungi dan menjaga kebersamaan.

“Nabi Muhammad Saw, berkata dalam haditsnya, “irhamu man fil ardhi, yarhamkum man fissama” artinya sayangilah penduduk bumi, niscaya (Allah) Swt serta penduduk langit akan menyayangimu.

Hadist Nabi Muhammad SAW di atas memiliki arti yang sangat luas, jangankan kepada sesama manusia, kepada sesama makhluk ciptaan Allah Swt yang lainnya seperti hewan tumbuh-tumbuhan kita dianjurkan untuk memelihara dan menyayanginya.

Bahkan dalam peperangan sekalipun nabi melarang untuk merusak tanaman, tumbuh-tumbuhan dan membunuh hewan ternak musuh.

Maka ini menjadi dalil bahwa menjaga kebersamaan, kerukunan, sesama umat beragama itu bagian daripada ajaran Islam,” terang Urbun.

Lebih lanjut Ustad Rahman Urbun menyampaikan, salah satu keunggulan diplomasi yang dilakukan Nabi Muhammad SAW juga telah memberikan contoh yang baik yaitu pada saat perjanjian Hudaibiyah, pada bulan Dzulqai’dah tahun ke-6 Hijriah atau sekitar tahun 628 M. Yang menceritakan tentang memberikan hak-hak kepada umat lain untuk melakukan aktivitas dan peribadatannya.

Bahkan dalam suatu peperangan, Nabi Muhammad SAW kala itu, tutur Ustad Rahman Urbun secara singkat menceritakan kisah sahabat Usamah Bin Zaid.

Dimana Nabi Muhammad SAW sangat marah kepada sahabatnya yang bernama Usamah bin Zaid, karena membunuh musuh yang terdesak dan tidak berdaya kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat, begitu berita ini sampai kepada Nabi Muhammad SAW kemudian beliau memanggil Usamah bin Zaid untuk mengklarifikasi.

Kemudian Usamah bin Zaid mengatakan bahwa musuh yang dibunuhnya itu mengucapkan dua kalimat syahadat karena sudah tidak berdaya dan terdesak, kalau saja dia tidak berdaya dan terdesak.
Maka tidak mungkin dia mengucapkan dua kalimat syahadat.

Mendengar itu Nabi Muhammad SAW sangat marah dan mengatakan kepada Usamah bin Zaid bahwa apakah engkau telah membuka dadanya dan melihat seperti apa yang engkau katakan?,” papar Urbun.

Rahman Urbun juga mengatakan bahwa kisah lainnya yaitu seorang sahabat Nabi Muhammad Saw dan sekaligus sepupu dan menantu Nabi Muhammad Saw yaitu Ali bin Abi Thalib.

“Pada suatu peperangan beliau mengurungkan niatnya untuk membunuh musuhnya yang sudah tidak berdaya dan terdesak dikarenakan beliau Ali bin Abi Thalib diludahi oleh musuh tersebut, beliau tidak mau membunuh karena khawatir membunuh bukan karena Allah SWT tapi karena diludahi.

Subhanallah…beberapa penggalan Kisah ini menunjukkan bahwa. kedamaian, kesejukan dan kebersamaan yang di ajarkan oleh Islam dan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw beserta para sahabatnya,” tutur Ustad Rahman.

Ustad Rahman Urbun juga mengungkapkan bahwa dari kisah di atas juga sekaligus menunjukkan keindahan Islam kepada sesama manusia sebagai agama yang menganut konsep “Rahmatan Lil Aalamiin (membawa kedamaian pada seluruh alam semesta) maka subhanallah ajaran Islam itu sangat indah.

Sebelum mengakhiri wawancaranya, Ustad Rahman Urbun mengajak seluruh Umat Islam dan Organisasi Keagamaan Islam lainnya, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, sebagai Organisasi terbesar di Indonesia dan ormas Islam yang lainnya untuk bersama-sama dengan TNI-Polri dan stakeholder lainnya, guna menjaga ketertiban, keamanan, serta menjaga ketentraman bagi saudara-saudara kita umat Nasrani dalam menjalankan ibadah menyongsong hari Natal ataupun tahun baru.

“Menjaga keamanan, kerukunan dan kebersamaan ini, bukan hanya di momentum Natal dan Tahun Baru, tapi diluar momentum itu mari kita senantiasa menjaga, dengan harapan semoga kedamaian tetap tercipta di Tanah Papua, lebih khusus di Tanah Sisar Matiti Teluk Bintuni,” pungkasnya. (01-IP)

About Post Author

banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600 banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *