Masyarakat Adat Suku Kuri-Wamesa Dihimbau Dalam Berikan Dukungan Politik Kepada Salah Satu Calon Penjabat Di Daerah Tidak Ambil Keputusan Sendiri

Bagikan berita ini

Visits: 227

Masyarakat Adat Suku Kuri-Wamesa Dihimbau Dalam Berikan Dukungan Politik Kepada Salah Satu Calon Penjabat Di Daerah Tidak Ambil Keputusan Sendiri

BINTUNI- Sekretaris LMA Suku Wamesa Teluk Bintuni menghimbau kepada masyarakat adat suku Kuri-Wamesa dimana saja berada baik yang berada di wilayah adat Bomberai dan Doberai yang didalamnya terdapat penyebaran sub suku berdiam.

“Agar dalam menyampaikan aspirasi dalam bentuk dukungan politik kepada siapapun yang akan menjadi calon-calon penjabat di daerah baik di provinsi maupun di kabupaten agar tidak mengambil keputusan sendiri mohon agar kita saling menghormati.

Sebab kebersamaan kita sudah dibangun dari sejak nenek moyang kita dahulu hingga sekarang sehingga saya perlu menegaskan agar jangan ada yang mengambil keputusuan sendiri atau mengatasnamakan Suku Kuri-Wamesa untuk memberikan dukungan untuk kepentingan pribadi.

Karena masyarakat adat suku Kuri-Wamesa ada tuannya, ada rumahnya dengan demikian siapa pemberi mandat untuk menyampaikan dukungan kepada salah satu kandidat atau calon kita wajib membedakan Sub suku dan Kepengurusan Suku ini hal yang sangat penting untuk dipahami bersama,” ungkap Sekretaris LMA Suku Wamesa dan Wakil Sekjend LMA 7 Suku Kabupaten Teluk Bintuni Yustinus Kurube, S.Kep, Senin (10/04/2023) kepada media ini di Bintuni.

Lebih lanjut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) LMA Tujuh Suku Teluk Bintuni Yustinus Kurube menegaskan bahwa pihaknya belum pernah mengeluarkan pernyataan dukungan apapun termasuk usulan aspirasi kepada salah satu kandidat penjabat daerah.

“Dan kami sangat memahami betul dua wilayah Adat dimana kami domisili atau tinggal.

Dalam menyampaikan aspirasi itu bebas-bebas saja, tetapi harus melihat situasi dan kondisi masyarakat adat suku Kuri-Wamesa ini sangat penting.

Agar masyarakat adat terhindari dari pemanfaatan-pemanfaatan pribadi yang dapat mengorbankan nama Suku Kuri-Wamesa.

Karena hal itu akan berimbas kepada masyarakat adat Suku Kuri-Wamesa kedepan yang nanti menerima dampaknya.

Dan pada prinsipnya kami selaku Pengurus Kelembagaan Masyarakat Adat memberikan apresiasi kepada kaum intelektual Suku Kuri-Wamesa namun juga mereka harus membuktikan kepeduliannya terhadap masyarakat adat Suku Kuri-Wamesa.

Hal ini tidak boleh diabaikan karena Lembaga Masyarakat Adat Suku Kuri-Wamesa, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Tokoh Agama di Teluk Bintuni sampai saat ini tidak terlihat dalam memberikan dukungan kepada siapapun.

Dan kalaupun ada bermunculan aspirasi dukungan itu mengatasnamakan Sub suku atau masyarakat adat itu bukan kelembagaan Masyarakat Adat Suku Kuri-Wamesa.

Saya mohon hal ini supaya bisa diketahui pihak-pihak yang bersangkutan.

Dimana kami berharap kedepannya agar kita saling menghormati dan saling berkoordinasi saat akan memutuskan sesuatu,” ujarnya Sekretaris LMA Suku Wamesa itu.  (ahd-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *