Views: 2
Bupati Anisto: Konfercab Harus Jadi Ruang Sejuk untuk Demokrasi yang Lebih Dewasa
BINTUNI, PAPUA BARAT — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Teluk Bintuni ketika Bupati Teluk Bintuni yang juga Pembina Politik Daerah, Yohanis Manibuy (Anisto), menyampaikan arahannya. Dengan nada tenang dan humanis, Bupati Anisto menegaskan kembali makna mendasar dari organisasi politik dalam kehidupan berdemokrasi.
“Partai politik adalah jembatan antara negara dan masyarakat. Melalui partai, aspirasi publik terorganisasi, kaderisasi kepemimpinan berjalan, dan dialog kebijakan publik dapat tumbuh dengan sehat,” ujar Bupati Anisto dalam sambutannya.
Pernyataan itu disampaikan bukan sekadar sebagai formalitas pejabat daerah yang sedang membuka agenda partai, tetapi sebagai refleksi dari keyakinan bahwa demokrasi hanya bisa tumbuh subur jika partai politik menjalankan fungsinya dengan benar. Di hadapan peserta Konfercab, Bupati Anisto menggarisbawahi bahwa mekanisme internal yang sehat—seperti Konfercab—merupakan pilar penting untuk menjaga integritas politik dan kualitas demokrasi secara keseluruhan.
Konfercab sebagai Wadah Evaluasi dan Pertumbuhan
Bupati Anisto menilai Konfercab bukan hanya agenda rutin lima tahunan, tetapi ruang belajar bersama yang membawa organisasi ke arah yang lebih dewasa. Ia mengajak seluruh peserta memaknai forum tersebut sebagai kesempatan melakukan evaluasi yang jujur, terbuka, dan penuh kesadaran.
“Saya berharap Konfercab ini menggali pemikiran kritis, menilai perjalanan organisasi secara objektif, dan merumuskan langkah-langkah yang lebih adaptif menghadapi dinamika daerah,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa proses regenerasi kepemimpinan harus berjalan kokoh, tidak sekadar administratif. Menurutnya, lahirnya pemimpin baru yang berintegritas akan membawa energi segar bagi organisasi dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang terus berubah.
Mengapresiasi DPC PDI Perjuangan
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan itu, Bupati Anisto juga memberikan apresiasi kepada DPC PDI Perjuangan Teluk Bintuni yang dinilainya konsisten menjalankan agenda organisasi secara terbuka dan akuntabel. Tradisi transparansi ini, katanya, adalah modal awal yang kuat untuk mengokohkan institusi politik di tengah masyarakat.
“Pimpinan dan kader yang mampu menjaga tradisi organisasi secara sehat akan memberi contoh baik bagi demokrasi lokal kita,” tambahnya.
Hubungan Harmonis untuk Teluk Bintuni SERASI
Menutup pidatonya, Bupati Anisto mengajak seluruh elemen politik untuk menjaga hubungan konstruktif antara partai politik, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, stabilitas politik daerah hanya lahir dari komunikasi yang jujur, saling menghargai, dan kerja bersama yang tulus.
“Dengan hubungan harmonis antara partai politik dan pemerintah daerah, kita bisa membangun iklim stabil dan produktif menuju Teluk Bintuni SERASI,” tutupnya.
Pesan Bupati Anisto sore itu mengalir lembut namun kuat—mengingatkan bahwa politik tidak harus keras atau penuh pertentangan. Politik bisa menjadi ruang sejuk, tempat orang bertemu, berdiskusi, dan membangun masa depan daerah dengan hati yang tenang.
Sebuah sapaan sederhana, tetapi mengandung panggilan moral agar demokrasi di Teluk Bintuni terus tumbuh dewasa bersama. (MA/Inspirasi Papua)













