Kabar Baik! RSUD Bintuni Mulai Layani Operasi Amandel dan Hidung

Dokter spesialis THT RSUD Bintuni dr. Ratih Finisanti, Sp.THT saat diwawancarai wartawan usai melakukan operasi perdana amandel (tonsilektomi) di Unit Layanan THT RSUD Bintuni. Sementara itu, Plt Direktur RSUD Bintuni dr. Novita Panggau, Sp.PD juga memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya di Gedung Administrasi RSUD Bintuni terkait hadirnya alat tonsilektomi dan septoplasty yang kini memungkinkan masyarakat Teluk Bintuni menjalani operasi amandel dan gangguan hidung tanpa harus dirujuk ke luar daerah. (ist/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 130

RSUD Bintuni Kini Bisa Operasi Amandel dan Hidung, Warga Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah

 

 

BINTUNI, PAPUA BARAT – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintuni kini sudah mampu menangani operasi amandel dan gangguan pada hidung setelah dilengkapi dengan dua alat kesehatan baru di layanan Telinga, Hidung dan Tenggorok (THT).

Dua alat tersebut yakni Tonsilektomi untuk operasi amandel serta Septoplasty yang digunakan untuk menangani kelainan pada hidung. Dengan adanya fasilitas ini, pasien yang membutuhkan tindakan operasi tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah seperti ke Manokwari atau bahkan ke luar Papua.

Dokter spesialis THT-KL RSUD Bintuni, dr. Ratih Finisanti, Sp.THT, mengatakan bahwa pihaknya baru saja melakukan operasi perdana tonsilektomi kepada seorang pasien anak yang mengalami gangguan amandel.

“Alat tonsilektomi ini baru tersedia, sehingga kami baru melaksanakan operasi perdana amandel pada seorang anak. Sekarang masyarakat Bintuni yang mengalami gangguan amandel sudah bisa berobat dan menjalani operasi di RSUD Bintuni tanpa harus dirujuk keluar daerah,” ujarnya kepada wartawan usai operasi.

Ia menjelaskan, selama ini kasus amandel pada anak-anak dan remaja di Teluk Bintuni cukup banyak. Namun karena keterbatasan alat, pasien biasanya harus dirujuk ke rumah sakit di Manokwari atau Makassar.

“Kalau pasien memilih ke Manokwari, biasanya saya ikut mendampingi untuk membantu proses operasinya di sana. Sekarang karena alatnya sudah ada di RSUD Bintuni, tindakan operasi bisa langsung dilakukan di sini,” jelasnya.

Menurut dr. Ratih, tonsilektomi digunakan untuk operasi amandel maupun adenoid hipertrofi atau pembesaran jaringan di belakang hidung. Operasi amandel umumnya dilakukan pada anak-anak, sementara pada orang dewasa jaringan adenoid biasanya sudah mengecil.

Selain alat tonsilektomi, Unit THT RSUD Bintuni juga telah memiliki alat septoplasty yang digunakan untuk memperbaiki kelainan pada tulang rawan hidung, seperti sekat hidung yang bengkok akibat faktor bawaan atau cedera.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Bintuni, dr. Novita Panggau, Sp.PD, mengatakan pengadaan alat kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan daerah.

“Pengadaan alat ini dilakukan pada tahun 2025, dan pada awal tahun 2026 kami sudah mulai melakukan operasi perdana amandel di Unit Layanan THT RSUD Bintuni,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas ini juga mendukung visi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni SERASI yang berarti Sehat, Religius, Andal, Smart dan Inovatif.

Ia menambahkan, alat septoplasty sangat penting untuk menangani kelainan sekat hidung atau tulang rawan yang memisahkan rongga hidung kiri dan kanan. Jika terjadi kemiringan atau bengkok, kondisi tersebut dapat mengganggu aliran udara dan cairan dalam hidung sehingga perlu dilakukan tindakan operasi.

“Dengan adanya alat baru ini, kami berharap angka rujukan pasien dari Bintuni ke luar daerah dapat berkurang. Masyarakat bisa memanfaatkan layanan THT yang sudah tersedia di RSUD Bintuni,” katanya.

Ke depan, RSUD Bintuni juga berencana melengkapi peralatan lain untuk operasi telinga dan tenggorokan sehingga seluruh layanan THT dapat ditangani secara maksimal di daerah tersebut.

Dengan hadirnya fasilitas baru ini, masyarakat Teluk Bintuni—terutama anak-anak yang mengalami gangguan amandel—kini memiliki akses pelayanan medis yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau tanpa harus meninggalkan daerahnya.

***(MA/Inspirasi Papua)***

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *