Views: 206
Rumah Kosong Jadi Sasaran, Warga Babo Resah: Dua Tahun Pencurian Tak Kunjung Terungkap
BINTUNI, PAPUA BARAT – Rasa aman warga di Distrik Babo kian tergerus. Dalam dua tahun terakhir, kasus pencurian di rumah-rumah kosong terus berulang, menimbulkan keresahan yang mendalam di tengah masyarakat.
Salah seorang tokoh masyarakat Kampung Nusei, A. Manuama, mengungkapkan bahwa kejadian serupa sudah terlalu sering terjadi, namun hingga kini belum ada satu pun pelaku yang berhasil ditangkap.
“Ini sudah sangat meresahkan. Hampir dua tahun terakhir pencurian di rumah kosong terus terjadi, tapi belum pernah ada pelaku yang tertangkap,” ujarnya kepada wartawan di Bintuni, Sabtu (21/3/2026).
Kasus terbaru menimpa A. Salam, warga Babo yang tengah meninggalkan rumahnya selama dua minggu untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah bersama keluarga di Bintuni. Rumah yang ditinggalkan dalam kondisi terkunci itu justru menjadi sasaran pencuri.
Pelaku diduga masuk melalui pintu belakang yang sebelumnya telah dikunci rapat dimana hal itu terjadi saat malam takbiran pelaku bereaksi saat orang pergi takbiran, Jumat(20/3/2026) malam. Sejumlah barang rumah tangga seperti kipas angin dan dispenser berhasil digasak.
Beruntung, aksi pelaku tidak berlangsung lama setelah dipergoki oleh warga sekitar.
“Pelaku langsung kabur saat ketahuan. Ada warga yang sempat melihat dan mencurigai pelaku, diduga masih anak di bawah umur,” tambah Manuama.
Fenomena pencurian rumah kosong ini dinilai semakin marak, terutama saat warga meninggalkan kampung untuk keperluan tertentu, seperti mudik atau urusan keluarga di luar daerah. Kondisi ini membuat masyarakat merasa was-was setiap kali harus meninggalkan rumah.
Warga mengaku telah berulang kali melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setempat.
Namun, hingga kini belum ada perkembangan berarti dalam pengungkapan kasus-kasus tersebut.
“Kami berharap ada tindakan tegas dari aparat. Siapapun pelakunya harus diproses hukum tanpa pandang bulu,” tegas Manuama.
Meski demikian, masyarakat juga berharap pendekatan yang bijak jika pelaku benar masih di bawah umur. Mereka mendorong adanya pembinaan agar anak-anak yang terlibat tidak terus terjerumus dalam tindakan kriminal.
“Kalau memang masih anak-anak, kami harap bisa dibina dengan baik. Supaya mereka sadar dan bisa kembali ke jalan yang benar,” harapnya.
Warga Babo kini hanya bisa berharap ada langkah nyata dari aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku dan mengembalikan rasa aman di lingkungan mereka.
Di tengah suasana kebersamaan Idul Fitri, kekhawatiran akan keamanan rumah justru menjadi bayang-bayang yang sulit dihindari.
***(MA/Inspirasi Papua)***













