LMA Sebyar Siapkan Koperasi Migas, Masyarakat Adat Bintuni Menuju Kemandirian Ekonomi

Joko Sutanto, partnership pengusaha dari Jakarta, saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja LMA Suku Besar Sebyar di Teluk Bintuni, Kamis (7/5/2026). Ia mengapresiasi langkah berani masyarakat adat membangun koperasi migas sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi berbasis hak ulayat dan budaya lokal. (MA/Inspirasi Papua)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 34

Wawancara Eksklusif: Joko Sutanto Apresiasi Langkah Berani LMA Sebyar Bangun Koperasi Migas

 

BINTUNI, PAPUA BARAT – Pelantikan dan Rapat Kerja Lembaga Musyawarah Adat (LMA) Suku Besar Sebyar di Gedung Women Center Kali Kodok, Teluk Bintuni, Kamis (7/5/2026), tidak hanya menjadi momentum penguatan adat dan budaya, tetapi juga memunculkan optimisme baru terhadap masa depan ekonomi masyarakat adat.

Salah satu tamu yang hadir, Joko Sutanto, partnership pengusaha dari Jakarta, mengaku terkesan dengan visi besar yang dibangun pengurus LMA Sebyar periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Nuh Inai.

Menurut Joko, gagasan pembentukan koperasi berbasis sektor migas yang akan dikelola masyarakat adat merupakan langkah progresif dan jarang ditemui di daerah lain.

“Ini luar biasa. Biasanya koperasi bergerak di sektor pertanian atau kerajinan, tapi di sini masyarakat adat sudah berpikir masuk ke sektor strategis seperti migas. Ini menunjukkan masyarakat Sebyar punya visi maju untuk masa depan,” ujar Joko saat diwawancarai usai acara.

Ia menilai, keterlibatan langsung masyarakat adat dalam pengelolaan potensi daerah sangat penting agar manfaat sumber daya alam tidak hanya dinikmati pihak luar, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pemilik hak ulayat.

“Kalau masyarakat adat bisa mengelola dan terlibat langsung, maka kesejahteraan akan tumbuh dari kampung sendiri. Ini bentuk kemandirian ekonomi yang patut didukung,” katanya.

Selain program ekonomi, Joko juga mengapresiasi kuatnya nilai budaya yang ditampilkan dalam prosesi pelantikan. Baginya, tradisi adat yang tetap dijaga menjadi kekuatan utama masyarakat Papua dalam mempertahankan identitas dan persatuan.

“Prosesi adat tadi sangat sakral dan penuh makna. Saya melihat ada semangat kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan tanggung jawab menjaga tanah adat. Nilai-nilai seperti ini sangat penting,” tuturnya.
Joko bahkan menyebut Teluk Bintuni memiliki potensi besar menjadi contoh pembangunan berbasis masyarakat adat di Indonesia Timur.

“Bintuni memang jauh dari Jakarta, tetapi ide-idenya sangat maju. Saya pribadi kagum dengan visi Ketua LMA, Bapak Nuh Inai, yang tidak hanya memikirkan ekonomi, tetapi juga persatuan masyarakat,” ucapnya.

Sebagai bagian dari jaringan pengusaha, Joko memastikan pihaknya siap membuka ruang kolaborasi dan mendukung berbagai program pemberdayaan yang dirancang LMA Sebyar.

“Kami siap membantu sesuai kapasitas kami, baik dalam penguatan jaringan usaha, pengelolaan, maupun pengembangan potensi ekonomi masyarakat adat ke depan,” pungkasnya.

***(MA/Inspirasi Papua)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *