Views: 2
“Yohanis Manibuy Dorong Hak Masyarakat Adat dan Kesiapan Bintuni Kelola PI 10 Persen”
BINTUNI, inspirasipapua.id — Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menegaskan keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat adat, terutama suku yang wilayahnya menjadi sumber eksploitasi sumber daya alam. Ia juga memastikan pemerintah kabupaten tengah menyiapkan diri untuk mengelola Participating Interest (PI) 10 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Pernyataan itu disampaikan Yohanis seusai mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat, 21 Agustus 2026.
Yohanis yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat mengapresiasi Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Samaun Dahlan yang, dalam Musda tersebut, menyatakan komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat adat dan daerah penghasil.
Menurut Yohanis, keberpihakan terhadap masyarakat adat tidak cukup berhenti pada pernyataan politik. Aspirasi masyarakat penghasil, kata dia, harus diperjuangkan melalui kebijakan yang memastikan daerah dan masyarakat adat memperoleh manfaat yang layak dari kekayaan alam di wilayah mereka.
“Beliau betul-betul ingin mendengarkan dan dengan sepenuh hati memperjuangkan apa yang menjadi keinginan seluruh masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni, terutama masyarakat suku penghasil,” ujar Yohanis.
Ia mengatakan aspirasi tersebut sebelumnya telah disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah. Karena itu, dukungan politik dari Partai Golkar dinilai dapat memperkuat perjuangan daerah dalam memperjuangkan hak masyarakat adat.
Bintuni Menyiapkan BUMD
Isu pengelolaan PI 10 persen menjadi salah satu persoalan yang disinggung Yohanis. Ia mengakui Kabupaten Teluk Bintuni hingga kini belum pernah menerima atau menjalankan PI 10 persen.
Namun, pemerintah daerah, menurut dia, tidak ingin kembali berada dalam posisi tidak siap ketika kesempatan pengelolaan PI tersebut terbuka.
“Kita di Kabupaten Teluk Bintuni belum pernah menerima atau menjalankan PI 10 persen. Tetapi kita tahu regulasi yang berlaku dan tentu Teluk Bintuni akan mendapatkan PI sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, lanjut Yohanis, telah menyiapkan BUMD yang nantinya dapat bekerja sama dengan BUMD milik Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Langkah itu penting karena pemerintah provinsi memiliki kewenangan dalam sektor minyak dan gas bumi. Yohanis berharap pemerintah kabupaten tetap dilibatkan dalam pembentukan dan pengelolaan skema BUMD tersebut agar kepentingan daerah penghasil tidak terpinggirkan.
“Kami di pemerintah daerah juga sudah menyiapkan BUMD untuk bersama-sama melakukan kerja sama dengan BUMD provinsi, sehingga siap menerima PI 10 persen tersebut,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul di tengah perdebatan mengenai posisi daerah penghasil dalam pengelolaan manfaat ekonomi industri migas. Bintuni merupakan salah satu wilayah penghasil migas penting di Papua Barat, dengan operasi LNG Tangguh sebagai salah satu proyek strategis di daerah tersebut.
Minta Golkar Tetap Dekat dengan Masyarakat
Di luar isu sumber daya alam, Yohanis menekankan pentingnya konsolidasi dan regenerasi di tubuh Partai Golkar.
Ia meminta kader senior tidak hanya mempertahankan pengalaman organisasi, tetapi juga membagikannya kepada generasi muda. Menurut dia, sejarah partai harus menjadi modal untuk membangun masa depan, bukan sekadar kenangan politik.
“Generasi yang akan menjadi pemimpin maupun generasi muda harus saling merangkul. Apa yang menjadi sejarah dan pengalaman kita harus dijadikan motivasi supaya Golkar tetap solid,” katanya.
Yohanis juga menyebut mantan Bupati Teluk Bintuni Alfons Manibuy sebagai salah satu kader Golkar yang menurutnya telah memberikan kontribusi penting bagi pembangunan daerah.
“Beliau adalah kader Golkar terbaik yang telah memberikan bukti kepada masyarakat dan disebut sebagai Bapak Pembangunan. Kami sebagai generasi penerus akan terus menjadikan motivasi dan keteladanan itu sebagai contoh,” ujarnya.
Ia berharap regenerasi berjalan tanpa memutus hubungan antara kader senior dan generasi muda. Dengan cara itu, kata Yohanis, Golkar dapat mempertahankan kedekatan dengan masyarakat sekaligus melahirkan kader yang mampu menjawab persoalan daerah.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Yohanis didampingi sejumlah kader Golkar Teluk Bintuni dan mantan Ketua DPD Golkar Papua Barat Mozes Rudy F. Timisela, yang kini dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD SOKSI Papua Barat.
**(Tim/red/MA/inspirasi Papua.id)**













