Views: 98
Safari Ramadan 1447 H Dimulai dari Tomu, Wabup Joko Lingara Serahkan Bantuan untuk Masjid dan Pererat Ukhuwah
BINTUNI, PAPUA BARAT – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyambut kedatangan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, saat mengawali Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kampung Tomu, Distrik Tomu, Senin (2/3/2026). Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam nuansa ibadah dan kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Joko Lingara menyerahkan bantuan dana operasional sebesar Rp10 juta kepada pengurus Masjid Quba Kampung Tomu. Bantuan serupa juga diberikan kepada pengurus Masjid Al Falah di Kampung Sasari, yang pada waktu bersamaan dikunjungi Tim Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.
Tim yang bergerak paralel itu diikuti sejumlah pimpinan OPD dan kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah.
“Hari ini kita bagi dua. Pak Wakil di Masjid Kampung Tomu, yang lain di Masjid Al Falah. Jadi semuanya bisa berjalan,” ujar Saiful Adha, Wakil Ketua Tim Safari Ramadan yang juga Plt Sekretaris DPRK Teluk Bintuni.
Menurut Saiful, bantuan dana operasional tersebut juga menyasar sejumlah masjid di wilayah Sebyar Raya. Ia berharap dukungan ini dapat dimanfaatkan para takmir untuk memakmurkan masjid, menghidupkan syiar Islam, serta mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Jembatan Hati Pemerintah dan Umat
Dalam sambutannya, Wabup Joko Lingara menegaskan bahwa Safari Ramadan merupakan bagian dari ikhtiar mempererat ukhuwah Islamiyah, merajut silaturahmi, serta meneguhkan persatuan umat, khususnya di Distrik Tomu dan wilayah Sebyar Raya.
“Safari Ramadan ini menjadi jembatan hati antara pemerintah dan rakyat. Pemerintah hadir bukan hanya sebagai penyelenggara administrasi, tetapi sebagai bagian dari umat yang memiliki tanggung jawab moral untuk membina kehidupan beragama di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia menekankan, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi fisik semata. Menurutnya, pembangunan spiritual menjadi fondasi utama dalam menciptakan kesejahteraan yang hakiki.
“Kami menyadari bahwa pembangunan fisik tanpa dibarengi pembangunan spiritual tidak akan melahirkan kesejahteraan yang sesungguhnya. Pembinaan keagamaan adalah fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan harmonis,” tegasnya.
Ruang Dialog dan Evaluasi Pembangunan
Safari Ramadan juga dimanfaatkan Wabup untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan di Distrik Tomu.
Ia ingin memastikan setiap program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Sebagai pimpinan daerah, dirinya membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan masukan.
“Kami terus membuka diri untuk menerima masukan dari masyarakat, karena saya percaya dalam musyawarah terdapat keberkahan,” pungkasnya.
Safari Ramadan 1447 H ini diharapkan tak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi momentum memperkuat kebersamaan, meneguhkan nilai-nilai keislaman, dan menghadirkan pemerintah lebih dekat di tengah umat. ***(MA/Inspirasi Papua)***













