Workshop TEAM RSUD Bintuni: Tingkatkan Kesiapsiagaan Dokter Selamatkan Pasien Trauma

Para dokter RSUD dan Puskesmas di Bintuni mengikuti sesi praktik penanganan trauma di Workshop TEAM, mulai dari latihan teknik penanganan sejak detik pertama, diskusi kasus, hingga skill station bersama para instruktur ahli nasional. Kolaborasi RSUD dan IDI Teluk Bintuni ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kompetensi tim medis demi keselamatan pasien. (ist/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 158

RSUD dan IDI Teluk Bintuni Gelar Workshop TEAM: Bekal Penting untuk Selamatkan Pasien Trauma

 

BINTUNI, PAPUA BARAT — Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kegawatdaruratan, RSUD Teluk Bintuni bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Teluk Bintuni menghadirkan langkah nyata. Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-61 dan HUT RSUD ke-14, mereka menggelar Workshop Trauma Evaluation and Management (TEAM) yang berlangsung secara online pada Rabu (19/11/2025) dan offline pada Sabtu (22/11/2025) di aula RSUD Teluk Bintuni.

Sebanyak 30 dokter umum dari RSUD dan puskesmas di seluruh Bintuni mengikuti kegiatan ini. Mereka datang dengan satu tujuan: meningkatkan kemampuan menangani pasien trauma sejak detik pertama—waktu kritis yang sering menjadi penentu antara hidup dan mati.

Meningkatkan Kompetensi, Menjaga Nyawa

Workshop TEAM menghadirkan kolaborasi besar antara IDI Teluk Bintuni, RSUD Teluk Bintuni, dan Tim 118 Ambulans Gawat Darurat Jakarta.

Fokusnya adalah memperkuat kompetensi tim medis dalam menangani berbagai kondisi trauma, mulai dari cedera kepala, gangguan jalan napas, trauma dada dan perut, hingga cedera tulang belakang, tulang, sendi, serta trauma pada kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia.

Para dokter juga dilatih melakukan transfer pasien secara aman dan cepat ke ruang perawatan, kamar operasi, ICU, maupun rujukan keluar daerah—langkah yang sangat krusial untuk mencegah kecacatan dan kematian.

Hadirkan Para Ahli di Bidang Trauma

Kegiatan ini dipandu oleh para instruktur berpengalaman, termasuk:

  • Prof. Dr. dr. Aryono Pusponegoro, Sp.B (K) — pendiri Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta
  • dr. Unggul, Sp.B (K) BD — Sorong
  • dr. Tommy Numberi, Sp.BS — Jayapura
  • dr. Erick Werner, Sp.B (K) Onk, dr. Sahrul Abbas, Sp.B, dr. Rino Setiady, Sp.B, dan dr. Johanis B. Troy, Sp.An — RSUD Teluk Bintuni

Para instruktur menyampaikan materi mulai dari manajemen syok, penanganan saluran napas, trauma kepala, dada, perut, cedera muskuloskeletal, hingga transfer pasien. Pembelajaran dilakukan melalui kuliah online-offline, diskusi kasus, tanya jawab, serta latihan langsung di skill station.

Bukan Sekadar Pelatihan, Tapi Kebutuhan Mendesak

Dalam pelayanan kesehatan primer dan rujukan seperti di Teluk Bintuni, kasus trauma adalah kenyataan sehari-hari—mulai dari kecelakaan kerja hingga kecelakaan lalu lintas di wilayah distrik yang jauh dari pusat layanan.

Melalui workshop ini, RSUD Teluk Bintuni menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Workshop TEAM bukan lagi sekadar program pelatihan, tetapi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan lapangan dan mempercepat pencapaian tujuan strategis rumah sakit: mencegah kematian dan kecacatan akibat trauma.

Dengan kompetensi yang semakin terasah, para dokter Bintuni kini memiliki bekal lebih kuat untuk menyelamatkan nyawa dan memberikan harapan bagi pasien di saat yang paling genting. (MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *