Views: 15
Ketua MRPB Judson Waprak Ajak Semua Pihak Bersatu, Otsus Papua Harus Dikawal Bersama
BINTUNI, PAPUA BARAT – Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson F. Waprak, mengajak seluruh elemen di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni, untuk bersatu dan bersama-sama mengawal pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) agar benar-benar berpihak pada masyarakat adat dan Orang Asli Papua (OAP).
Menurut Judson, keberhasilan Otsus tidak bisa dibebankan hanya kepada satu lembaga atau pemerintah semata.
Dibutuhkan sinergi antara Dewan Adat, DPRP, DPRK, Pemerintah Daerah, hingga pemerintah pusat agar setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di kampung-kampung.
Ia menegaskan, MRPB tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan semua pihak. Karena itu, semangat kolaborasi harus menjadi dasar utama dalam membangun Papua yang lebih adil dan sejahtera.
“Tidak ada pintu yang tidak bisa dibuka kalau kuncinya pas. Kuncinya adalah kerja sama. MRP tidak bisa berdiri sendiri, butuh Dewan Adat, butuh Pemda, butuh DPRP, DPRK dan semua elemen membantu pemerintah. Di situlah kuncinya, baru kita bisa buka pintu di pusat,” ujar Judson, Jumat (24/04/2026) kepada wartawan disela-sela dirinya mengikuti acara Musrenbang Otsus dan Musrenbang RKPD tahun 2027 di Gedung Sasana Karya Kantor Bupati Bumi Saniari SP-3 distrik Manimeri yang digelar Pemkab Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk penegasan bahwa Otsus bukan sekedar kebijakan administratif, melainkan instrumen penting untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat asli Papua.
Judson menilai, selama ini masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian serius, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur kampung, hingga bantuan ekonomi bagi warga yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Karena itu, ia berharap seluruh proses perencanaan pembangunan, termasuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), benar-benar dimulai dari bawah—dari kampung, dari suara masyarakat, dan dari kebutuhan nyata yang dirasakan rakyat.
Menurutnya, jika semua pihak berjalan sendiri-sendiri, maka hasil pembangunan tidak akan maksimal. Namun jika seluruh unsur bersatu, maka berbagai persoalan yang selama ini menghambat kesejahteraan masyarakat Papua dapat diselesaikan bersama.
Judson juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran Otsus agar tepat sasaran, transparan, dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima manfaatnya.
Ia mengapresiasi berbagai program yang telah berjalan, seperti bantuan pendidikan dan perhatian terhadap masyarakat adat, namun menekankan bahwa pengawalan harus terus dilakukan agar manfaat Otsus tidak hanya terasa di atas kertas, tetapi hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Baginya, kekuatan utama pembangunan Papua bukan hanya terletak pada besarnya anggaran, tetapi pada kesungguhan semua pihak untuk bekerja bersama, membuka jalan, dan memastikan keadilan benar-benar sampai kepada rakyat Papua.
***(MA/Inspirasi Papua)***













