Views: 13
Pendidikan Gratis hingga Pelosok, Hendry Kapuangan Pastikan Anak Bintuni Tak Boleh Tertinggal
BINTUNI, PAPUA BARAT – Semangat Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi pengingat penting bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak, tanpa terkecuali.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni pun menegaskan komitmennya untuk memastikan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas benar-benar dirasakan hingga ke pelosok kampung.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Hendry Kapuangan, mengatakan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari masyarakat, tenaga pendidik, hingga para pemangku kepentingan lainnya.
Menurutnya, tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini menekankan pentingnya kolaborasi bersama dalam menciptakan sistem pendidikan yang adil dan berkualitas.
“Tema tahun ini menyoroti bagaimana seluruh elemen harus bergerak bersama agar pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata bisa terwujud di semua wilayah,” ujar Hendry, Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan, fondasi pendidikan gratis di Teluk Bintuni sebenarnya sudah dibangun sejak lama, tepatnya pada masa kepemimpinan Bupati Alfons Manibui pada tahun 2005. Saat itu, pemerintah mulai menggagas program pendidikan gratis dari tingkat PAUD/TK hingga SMA/SMK melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).
Program tersebut kemudian terus dilanjutkan dan diperkuat oleh pemerintahan berikutnya. Bahkan melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2020 tentang Bantuan Operasional Pendidikan, pemerintah menetapkan empat kategori wilayah pendidikan, yakni wilayah kota, pinggiran, terpencil, dan terisolir.
Pembagian ini bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi dasar penting dalam penyusunan anggaran agar bantuan pendidikan benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Setiap wilayah punya tantangan berbeda. Karena itu, perencanaan pendidikan juga harus disesuaikan agar lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Hendry juga mengungkapkan bahwa Bupati Teluk Bintuni baru-baru ini telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait penetapan kategori wilayah tersebut, sekaligus menandatangani SK kenaikan anggaran Bantuan Operasional Pendidikan berdasarkan kategori wilayah.
Langkah ini dinilai sangat strategis, terutama menjelang tahun ajaran baru, karena akan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
“Ini bentuk keseriusan pemerintah daerah. Dengan adanya kenaikan BOP, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil dan terisolir, kualitas pendidikan diharapkan semakin baik,” katanya.
Tak hanya dari sisi kebijakan, prestasi siswa Teluk Bintuni juga menjadi bukti bahwa anak-anak daerah mampu bersaing di tingkat nasional jika diberi ruang dan dukungan yang cukup.
Pada tahun 2025, siswa Teluk Bintuni berhasil meraih juara dua tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) kategori afirmasi. Selain itu, dua siswa lainnya juga dikirim mengikuti OSN tingkat nasional di Jakarta melalui sistem pendaftaran daring bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Mengajar.
“Prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak Teluk Bintuni punya potensi besar. Tugas kita adalah membuka jalan dan memberi mereka kesempatan,” tambah Hendry.
Ia berharap, dengan konsistensi kebijakan pemerintah serta dukungan seluruh masyarakat, tidak ada lagi anak-anak di Teluk Bintuni yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.
“Pendidikan adalah kunci utama pembangunan daerah. Karena itu, kami ingin memastikan setiap anak, di mana pun mereka berada, tetap memiliki hak yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
***(MA/Inspirasi Papua)***











