Views: 41
Dandim Cup I Buka Jalan Atlet Bintuni Menuju Panggung Papua Barat dan Nasional
BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Turnamen Billiard Bintuni Open Nine Ball Dandim Cup I Tahun 2026 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya datang dari tokoh pemuda Teluk Bintuni, Leo Asmorom, yang menilai ajang tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan olahraga biliar di daerah.
Menurut Leo, kehadiran turnamen yang menghadirkan atlet dari berbagai daerah bahkan luar negeri menjadi kesempatan berharga bagi para pemain lokal untuk menambah pengalaman bertanding dan meningkatkan kemampuan mereka.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Kami bangga karena lewat turnamen ini nama Teluk Bintuni semakin dikenal. Kehadiran pemain-pemain dari luar memberikan warna tersendiri dan menjadi pengalaman berharga bagi atlet-atlet kita,” ujar Leo di sela-sela menyaksikan pertandingan billiar.
Pria berusia 34 tahun itu mengatakan, olahraga biliar tidak hanya mengandalkan kemampuan memukul bola semata. Lebih dari itu, biliar merupakan olahraga yang membutuhkan kecerdasan, konsentrasi, dan strategi dalam setiap pengambilan keputusan di atas meja pertandingan.
“Semua orang bisa memukul bola, tetapi untuk menjadi pemain yang baik dibutuhkan strategi dan kecerdasan membaca permainan. Itu yang membuat olahraga biliar sangat menarik,” ujarnya.
Leo menilai penyelenggaraan Dandim Cup I merupakan langkah besar dalam pembinaan olahraga biliar di Teluk Bintuni. Dengan mempertemukan atlet lokal dengan pemain berpengalaman dari luar daerah maupun luar negeri, para atlet Bintuni dapat belajar langsung dan menimba ilmu dari pertandingan yang mereka jalani.
“Kalau pemain-pemain kita sering bertemu lawan dari luar, mereka tidak akan kaget lagi ketika bertanding di event yang lebih besar. Mereka bisa belajar banyak dan mengambil pengalaman dari atlet-atlet yang sudah lebih dulu berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi panitia pelaksana yang dinilainya mampu menyelenggarakan turnamen dengan baik. Menurutnya, pelayanan kepada peserta selama berlangsungnya pertandingan berjalan lancar dan profesional.
“Pelayanan panitia sangat baik. Semua berjalan tertib dan peserta merasa nyaman selama mengikuti pertandingan,” katanya.
Sebagai penghobi biliar sejak masih duduk di bangku SMA pada tahun 2009, Leo mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan olahraga tersebut. Bahkan saat menempuh pendidikan di STIPAN Jakarta, ia masih aktif bermain biliar sebelum sempat vakum selama beberapa tahun.
Leo menambahkan, fasilitas biliar yang tersedia di Teluk Bintuni saat ini sudah cukup layak untuk mendukung pembinaan atlet. Ia juga meyakini daerah ini memiliki banyak pemain berbakat yang berpotensi berkembang menjadi atlet berprestasi.
“Atlet-atlet Bintuni sebenarnya banyak dan memiliki bakat yang luar biasa. Tinggal bagaimana pembinaan dan kesempatan bertanding terus diberikan,” ungkapnya.
Ke depan, Leo berharap turnamen seperti Dandim Cup dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia bahkan berharap Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dapat menyelenggarakan event serupa, seperti Bupati Cup, guna memperbanyak kompetisi dan mempercepat lahirnya atlet-atlet unggulan daerah.
“Harapan kami ke depan ada lebih banyak event, termasuk kalau bisa Bupati Cup. Dengan banyak kompetisi, atlet-atlet Bintuni akan semakin berkembang dan suatu saat bisa mewakili POBSI Papua Barat bahkan tampil di tingkat nasional,” pungkasnya.
***(MA/inspirasipapua.id)***













