Views: 2
HUT ke-23 Teluk Bintuni: Pendidikan, Kesehatan dan Pembangunan Jadi Warisan untuk Masa Depan
BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Di tengah khidmatnya Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni di Gelanggang Argosigemerai SP 5, Distrik Bintuni Timur, Selasa (9/6/2026), Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengajak masyarakat melihat lebih jauh makna perjalanan daerah ini. Bukan sekadar bertambah usia, tetapi tentang bagaimana pembangunan menyentuh kehidupan masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan.
Mengusung tema “Tumbuh SERASI, Tangguh Bersinergi”, peringatan HUT kali ini menjadi momentum untuk merefleksikan capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama membangun Tanah Sisar Matiti yang lebih maju dan berdaya saing.
Dalam amanatnya, Bupati Yohanis Manibuy menegaskan bahwa investasi paling berharga bagi masa depan Teluk Bintuni adalah pendidikan generasi muda. Karena itu, pemerintah daerah terus menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama.
Lebih dari Rp38 miliar telah dialokasikan untuk Bantuan Operasional Pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA dan pendidikan kesetaraan. Selain itu, bantuan sosial pendidikan dan Program Indonesia Emas juga terus diberikan kepada mahasiswa asal Teluk Bintuni yang sedang menempuh pendidikan di berbagai kota di Indonesia maupun luar negeri.
“Investasi terbaik yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi adalah investasi pada pendidikan bagi generasi muda,” tegas Bupati.
Saat ini, sebanyak 279 satuan pendidikan melayani 21.838 peserta didik di seluruh wilayah Teluk Bintuni. Dukungan sarana pendidikan juga terus diperkuat melalui lebih dari 1.200 ruang kelas, 96 perpustakaan, 90 laboratorium, serta 340 rumah guru yang menunjang pelayanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Di tengah tantangan geografis yang luas, pelayanan kesehatan terus diperkuat agar masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih mudah dan berkualitas.
Saat ini terdapat 152 Posyandu dan 56 Pustu yang tersebar di 24 distrik. Pelayanan tersebut didukung tenaga kesehatan mulai dari dokter umum, dokter gigi hingga dokter spesialis yang bertugas di puskesmas dan RSUD Teluk Bintuni.
Pemerintah daerah juga telah membangun serta merehabilitasi lebih dari 40 rumah dinas tenaga kesehatan, menyediakan sarana air bersih, dan melaksanakan puluhan proyek pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas kesehatan di berbagai distrik.
Menurut Bupati, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah indikator pembangunan daerah mengalami tren positif. Tingkat kemiskinan ekstrem turun signifikan dari 18,07 persen menjadi 12,21 persen. Pertumbuhan ekonomi juga meningkat, disertai kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi ukuran kualitas hidup masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan Teluk Bintuni tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari akses pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang semakin dekat, hingga meningkatnya kesejahteraan keluarga di kampung-kampung.
Sebagai daerah strategis penopang ketahanan energi nasional melalui kawasan LNG Tangguh, Teluk Bintuni terus berupaya memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta memperluas manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat.
Menutup amanatnya, Bupati Yohanis Manibuy mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.
“Satu ikat sapu lidi tidak akan mudah patah dibandingkan sebatang lidi. Begitupun kita, dengan sinergi dan kolaborasi, Teluk Bintuni akan kokoh berdiri dan makin berani menatap masa depan,” ujarnya.
Di usia ke-23 tahun, Teluk Bintuni tidak hanya merayakan perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga meneguhkan harapan bahwa pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang semakin kuat, dan pembangunan yang merata akan menjadi bekal menuju masa depan yang lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat Tanah Sisar Matiti.
***(red/tim/MA/inspirasipapua.id)***













