Diawali Restu Adat, Pembangunan Jalan Yaru–Babo Resmi Dimulai

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 1

“Pemkab Teluk Bintuni Bangun Jalan Yaru–Babo, Akses Wilayah Selatan Dibuka”

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni resmi memulai pembangunan ruas Jalan Yaru–Kasira Lama–Babo, Minggu, 26 Juli 2026. Sebelum alat berat bekerja, pemerintah lebih dulu menempuh jalur yang dianggap paling penting di tanah Papua: meminta restu masyarakat adat.

Prosesi adat yang berlangsung di Base Camp PT Delta Batarajaya, Kali Warima, Kampung Yaru, Distrik Aroba, menjadi penanda dimulainya proyek infrastruktur yang ditujukan membuka keterisolasian sejumlah kampung di wilayah pesisir selatan Teluk Bintuni. Setelah ritual adat selesai, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menggunting pita sebagai simbol dimulainya pekerjaan.

Pilihan memulai proyek dengan prosesi adat bukan sekadar seremonial. Di Papua, pembangunan yang bersinggungan dengan tanah ulayat kerap menghadapi hambatan apabila tidak didahului kesepahaman dengan pemilik hak adat. Karena itu, keterlibatan masyarakat adat sejak awal menjadi bagian penting untuk menjaga legitimasi sosial sekaligus meminimalkan potensi konflik selama proyek berlangsung.

Ruas Jalan Yaru–Kasira Lama–Babo selama ini menjadi salah satu akses yang dinilai strategis karena menghubungkan kawasan yang masih memiliki keterbatasan transportasi darat. Ketergantungan terhadap jalur laut membuat mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan kerap dipengaruhi kondisi cuaca.

Bupati Yohanis Manibuy mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah daerah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Jalan ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik akan semakin mudah dijangkau,” kata Yohanis.»

Data proyek yang terpasang di lokasi menunjukkan pembangunan dilaksanakan berdasarkan Kontrak Nomor 602.1/03/PPK.310-B3J/233/KONTR/DPUPR/2026 tertanggal 3 Juni 2026. Pendanaan bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam Pertambangan Minyak Bumi Papua untuk Infrastruktur dengan masa pelaksanaan selama 720 hari kalender.

Pekerjaan dipercayakan kepada PT Delta Batarajaya. Selain membangun badan jalan, kontrak juga mencakup pembangunan Jembatan Kali Warima yang diproyeksikan menjadi simpul penting penghubung menuju Kampung Kasira Lama hingga Distrik Babo.

Namun, pengalaman berbagai proyek infrastruktur di daerah menunjukkan bahwa pembangunan jalan tidak cukup diukur dari dimulainya pekerjaan. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas konstruksi, memastikan pekerjaan selesai sesuai jadwal, serta menjamin manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Kehadiran jalan baru idealnya diikuti peningkatan pelayanan publik, penurunan biaya logistik, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi warga. Tanpa itu, proyek berisiko hanya menjadi infrastruktur fisik yang belum sepenuhnya mengubah kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, pelaksanaan proyek memerlukan pengawasan yang konsisten, baik dari pemerintah daerah, DPRK, aparat pengawas internal, maupun masyarakat. Transparansi progres pekerjaan menjadi faktor penting agar penggunaan dana publik dapat dipertanggungjawabkan.

Sejumlah pejabat turut menghadiri dimulainya proyek tersebut, antara lain Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni Yasman Yasir, Dandim 1806/Teluk Bintuni Letkol Inf. Yan M. Doli Simanjuntak, Pejabat Pembuat Komitmen DPUPR Risky Ranggina, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kasi Penyelesaian Sengketa Tanah Alfons Iba, jajaran PT Delta Batarajaya, serta tokoh masyarakat dan para pemilik hak ulayat.

Pembangunan Jalan Yaru–Kasira Lama–Babo kini memasuki tahap pelaksanaan. Dua tahun ke depan akan menjadi ukuran apakah proyek yang diawali dengan penghormatan terhadap adat itu mampu menghadirkan perubahan nyata: memangkas keterisolasian, membuka ruang ekonomi baru, dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Teluk Bintuni.

***(Tim/red/MA/inspirasi Papua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *