Views: 22
Bangku Halte Iguriji Kembali Rusak, Warga Minta Perbaikan dan Pengawasan Diperkuat
BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Bangku di Halte Bus Iguriji Bus Interchange di Kampung Iguri, Distrik Bintuni Timur, kembali rusak. Halte yang berada sebelum pintu masuk Mapolres Teluk Bintuni itu kini tak lagi memberikan kenyamanan bagi penumpang yang menunggu angkutan umum.
Pantauan pada Kamis, 9 Juli 2026, menunjukkan beberapa bangku di dalam halte mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan. Keluhan serupa juga ramai diperbincangkan warga melalui grup WhatsApp.
“Tolong diperhatikan kursi atau bangku yang rusak di Halte Bus Iguriji ini. Penumpang jadi bingung mau duduk di mana saat menunggu bus,” tulis seorang warga.
Warga lain mengaku tidak mengetahui siapa pelaku yang merusak fasilitas tersebut. Namun, mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah agar kerusakan serupa tidak terus berulang.
“Saya juga tidak lihat siapa yang merusaknya. Yang jelas kondisinya sekarang memang seperti itu,” ujar seorang warga.
Bagi masyarakat, persoalan ini bukan semata tentang bangku yang patah. Halte merupakan ruang publik yang dibangun menggunakan anggaran negara untuk melayani kebutuhan masyarakat. Ketika fasilitas itu rusak, yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tetapi juga warga yang setiap hari bergantung pada layanan transportasi umum.
Karena itu, selain meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni segera memperbaiki bangku yang rusak, warga juga mendorong adanya pengawasan yang lebih intensif.
“Kalau barang ini mau aman dan tidak rusak harus ada pengamanan. Kalau bisa Dishub melakukan patroli malam atau pengawasan rutin karena lokasinya berada di pinggir jalan. Dengan begitu fasilitas ini bisa tetap terjaga,” kata seorang warga.
Usulan lain yang mengemuka adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sekitar halte. Menurut warga, keberadaan CCTV tidak hanya membantu mengungkap pelaku vandalisme, tetapi juga dapat memberikan efek jera bagi siapa pun yang berniat merusak fasilitas umum.
“Kalau mau aman sebaiknya dipasang CCTV. Kalau tidak, nanti setelah diperbaiki bisa rusak lagi. Selain itu sering ada coretan pilox yang membuat halte terlihat kotor,” ujar warga lainnya.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni, Victor E. Ririhena, mengatakan kerusakan bangku di Halte Iguriji bukan persoalan baru. Selama memimpin Dinas Perhubungan, pihaknya beberapa kali mengganti bangku yang rusak akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Waktu saya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan, soal kursi di Halte Iguriji itu sudah berulang kali kita ganti,” kata Victor saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis.
Menurut Victor, pemerintah memang berkewajiban memperbaiki fasilitas yang rusak. Namun, upaya itu tidak akan efektif tanpa dukungan masyarakat dalam menjaga aset yang telah dibangun.
“Ya, kembali kepada kesadaran masyarakat saja. Fasilitas umum kita jaga bersama. Apa manfaatnya kalau dirusak,” ujarnya.
Kini menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pengawasan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, Victor mengaku prihatin melihat halte tersebut kembali menjadi sorotan masyarakat. Ia berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa fasilitas publik merupakan milik bersama yang harus dijaga, bukan dirusak.
Sebab, membangun sebuah halte mungkin membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Namun merusaknya hanya memerlukan beberapa menit. Yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat sendiri, terutama mereka yang setiap hari menunggu kendaraan umum di tempat itu.
Di tengah upaya pemerintah meningkatkan pelayanan transportasi, menjaga fasilitas publik menjadi tanggung jawab bersama. Halte yang bersih, aman, dan layak digunakan bukan hanya mencerminkan kualitas pelayanan pemerintah, tetapi jug tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan aset daerah.
***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***













