Kapolres Teluk Bintuni: Polisi Harus Jadi Solusi, Bukan Sumber Masalah

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 1

Apel Perdana, Kapolres Teluk Bintuni Tekankan Polisi Harus Jadi Solusi, Bukan Sumber Masalah

 

BINTUNI, PAPUA BARAT, inspirasipapua.id – Apel pagi perdana yang dipimpin Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Marully Rachmat Azwar, menjadi lebih dari sekadar rutinitas pergantian komando. Di hadapan para pejabat utama, perwira, dan personel Bintara di Lapangan Mapolres Teluk Bintuni, Senin (13/7/2026), ia menyampaikan pesan yang menyentuh inti tugas kepolisian: hadir sebagai penyelesai persoalan masyarakat, bukan justru menambah persoalan.

Pesan itu disampaikan di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap pelayanan Polri yang profesional, berintegritas, dan humanis. Bagi Marully, kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.

“Kehadiran kita di lapangan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jadilah solusi, berikan pelayanan terbaik, dan jaga marwah institusi dengan tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun,” tegasnya.

Apel diawali dengan arahan dari Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam), laporan komandan peleton harian, doa bersama, kemudian dilanjutkan arahan Kapolres. Semangat personel dibangun melalui yel-yel pelayanan Polri yang menggema di lapangan.

Dalam arahannya, Marully menyampaikan lima penekanan yang akan menjadi pedoman kerja seluruh personel. Ia mengawali dengan menyampaikan apresiasi dari Kapolda Papua Barat atas keberhasilan pengamanan Pesparani Katolik IV Papua Barat yang berlangsung aman dan kondusif di Teluk Bintuni.

Namun apresiasi itu, menurutnya, tidak boleh membuat personel cepat berpuas diri. Tantangan berikutnya adalah menjaga kepercayaan masyarakat dalam pelayanan sehari-hari.

Kapolres menegaskan setiap anggota Polri harus mampu menjadi problem solver, hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan, bukan menjadi bagian dari masalah. Ia juga mengingatkan pentingnya pelayanan yang cepat, tulus, dan responsif kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian.

Di sisi lain, Marully menyampaikan peringatan keras terhadap setiap bentuk pelanggaran disiplin maupun hukum. Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota yang mencoreng nama baik institusi.

Penekanan itu langsung diikuti dengan pemeriksaan mendadak terhadap sikap tampang dan kerapian seluruh personel oleh Sipropam Polres Teluk Bintuni. Pemeriksaan tersebut menjadi simbol bahwa disiplin dimulai dari hal-hal mendasar sebelum diwujudkan dalam pelayanan kepada masyarakat.

Bagi publik, pesan yang disampaikan Kapolres bukanlah hal baru. Istilah Presisi, pelayanan prima, dan polisi sebagai pelindung masyarakat telah lama menjadi bagian dari kebijakan Polri. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan secara konsisten dalam tindakan di lapangan.

Masyarakat tidak hanya menilai polisi dari keberhasilan mengamankan kegiatan besar atau menindak pelaku kejahatan. Kepercayaan juga dibangun dari pelayanan di ruang SPKT, respons terhadap laporan warga, sikap saat bertugas di jalan, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan sosial secara adil dan humanis.

Karena itu, arahan Kapolres pada apel perdana dapat dipandang sebagai penegasan arah kepemimpinan di Polres Teluk Bintuni. Keberhasilannya kelak akan diukur bukan dari banyaknya instruksi yang disampaikan, melainkan dari seberapa jauh masyarakat benar-benar merasakan perubahan dalam kualitas pelayanan dan kehadiran polisi sebagai pelindung, pengayom, sekaligus mitra yang dapat dipercaya.

***(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *