JMSI Papua Barat Dukung Youth Camp Phapeda untuk Cetak Generasi Muda Berkualitas

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 0

“Valentino Wanma Apresiasi Youth Camp Phapeda, Dorong Anak Muda Bintuni Siap Hadapi Masa Depan”

BINTUNI, inspirasipapua.id — Membangun masa depan daerah tidak cukup hanya dengan menghadirkan infrastruktur. Kualitas manusia yang akan melanjutkan pembangunan juga harus dipersiapkan sejak dini. Karena itu, ruang pembinaan karakter dan pengembangan potensi generasi muda menjadi bagian penting dari investasi masa depan Teluk Bintuni.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Papua Barat, Valentino Wanma, saat mengapresiasi Yayasan Phapeda yang telah menyelenggarakan Youth Camp bertajuk Anak Muda Harapan Bintuni. Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari itu resmi ditutup pada Rabu (28/10/2026).

Valentino menilai, kegiatan tersebut merupakan langkah positif untuk menyiapkan generasi muda Teluk Bintuni agar memiliki karakter, keterampilan, dan daya saing dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

“Atas nama JMSI Provinsi Papua Barat, saya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Yayasan Phapeda melalui Youth Camp Anak Muda Harapan Bintuni. Kegiatan ini sangat baik karena bertujuan membentuk generasi muda yang berkualitas, sejalan dengan visi dan misi Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,” ujar Valentino.

Menurut dia, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi profesi, dan berbagai elemen masyarakat perlu mengambil bagian sesuai peran masing-masing.

Sebab, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran dan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan masyarakatnya dalam mengelola peluang, menghadapi persoalan, serta menciptakan perubahan.

“Kalau kita melihat berbagai persoalan pembangunan daerah dan mengkajinya lebih dalam, salah satu hal yang sangat penting adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, kegiatan seperti ini patut diapresiasi dan didukung bersama,” katanya.

Bagi Valentino, Youth Camp tidak seharusnya dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial atau pertemuan anak muda. Program semacam ini perlu menjadi ruang belajar untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat.

Namun, pembinaan generasi muda membutuhkan kesinambungan. Kegiatan beberapa hari dapat menjadi titik awal, tetapi hasilnya akan lebih berarti apabila peserta memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Atas dasar itu, Valentino berharap Yayasan Phapeda terus mengembangkan program pembinaan dengan pendekatan yang inovatif dan sesuai kebutuhan anak muda di Teluk Bintuni.

“Kami berharap Yayasan Phapeda tidak hanya melaksanakan kegiatan ini sekali saja, tetapi ke depan terus berinovasi dan menghadirkan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Prinsipnya, kami mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM generasi muda,” ungkapnya.

Sebagai organisasi perusahaan media siber, Valentino menegaskan JMSI Papua Barat juga memiliki tanggung jawab untuk mendukung pembangunan SDM melalui penguatan bidang jurnalistik dan penyebaran informasi yang edukatif.

Menurutnya, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan publik, membuka wawasan, dan mendorong generasi muda memahami persoalan di lingkungannya secara kritis.

Ia berharap semangat kolaborasi dalam kegiatan Youth Camp dapat diperluas melalui dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan anggota DPR RI, Alfons Manibuy, yang turut mendapat apresiasi atas dukungannya terhadap pengembangan potensi generasi muda.

Valentino menekankan bahwa keberlanjutan program peningkatan SDM memerlukan komitmen bersama, bukan hanya dukungan sesaat ketika kegiatan berlangsung.

“Kami menitipkan pesan agar kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan SDM generasi muda terus mendapatkan dukungan. Semua pihak perlu mengambil bagian sesuai tugas dan fungsinya masing-masing demi mewujudkan generasi muda Teluk Bintuni yang unggul dan berdaya saing,” tuturnya.

Pada akhirnya, keberhasilan pembinaan generasi muda tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dari perubahan sikap, bertambahnya keterampilan, serta kemampuan mereka berkontribusi bagi masyarakat.

Valentino berharap Youth Camp Anak Muda Harapan Bintuni menjadi awal dari gerakan pembinaan yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi pemerintah, organisasi, dan masyarakat, generasi muda Teluk Bintuni diharapkan tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga tampil sebagai pelaku yang ikut menentukan arah masa depan daerah.

“Kami dari JMSI Papua Barat mengapresiasi dan berharap Yayasan Phapeda terus menghadirkan inovasi serta kegiatan positif untuk membantu pemerintah daerah mencetak generasi muda Teluk Bintuni yang andal, berkualitas, dan berdaya saing,” tutupnya.

(MA/inspirasipapua.id)

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *