Views: 15
Dari Merauke, Cinta Indonesia Berkibar 80 Meter
MERAUKE – Sebuah bentangan Merah Putih raksasa sepanjang 80 meter menjadi saksi bagaimana cinta Indonesia tetap berkobar di ujung timur negeri. Ratusan mahasiswa STIA Karya Darma Merauke, Selasa (12/8/2025), mengibarkan bendera itu dengan langkah tegap dalam Karnaval Lintas Budaya. Pemandangan ini seketika membuat ribuan warga terhanyut dalam haru dan kebanggaan.
Di bawah teriknya matahari Merauke, kain merah dan putih itu melambai gagah, mengingatkan setiap orang pada pengorbanan para pahlawan. Bagi mahasiswa yang membawanya, Merah Putih bukan sekadar kain, melainkan simbol perjuangan, persatuan, dan pengingat bahwa Indonesia harus terus dijaga.
Seorang mahasiswa peserta karnaval mengatakan, “Kami ingin menunjukkan bahwa Merah Putih bukan hanya lambang negara, tapi juga pesan agar generasi muda tetap mencintai Indonesia dengan sepenuh hati.”
Atraksi ini menjadi pusat perhatian. Banyak warga yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut. Yolenta (37), salah satu penonton, bahkan tak kuasa menahan rasa harunya.
“Rasanya bangga sekali melihat anak-anak muda di Merauke membawa bendera sebesar ini. Semoga semangat ini terus ada sampai generasi berikutnya,” ujarnya.
Karnaval Lintas Budaya sendiri menampilkan keragaman tarian, musik, dan kostum tradisional Nusantara. Namun, bentangan bendera raksasa dari STIA Karya Darma-lah yang menjadi magnet utama, menghadirkan suasana nasionalisme yang begitu kental di tengah kemeriahan.
Di ujung timur Indonesia, dari tanah Merauke, pesan itu begitu jelas: Merah Putih tidak pernah pudar. Dari generasi ke generasi, cinta pada tanah air akan terus berkibar, sebesar 80 meter atau bahkan lebih, selama semangat persatuan dijaga oleh anak bangsa.
(Tim Redaksi KADATE/Inspirasi Papua)

