Views: 31
“Kecelakaan Meningkat, Dishub Bintuni dan Satlantas Polres Teluk Bintuni Petakan Titik Rawan dan Sasar Pelajar”
BINTUNI, inspirasipapua.id — Deretan kecelakaan lalu lintas dalam beberapa pekan terakhir mendorong Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengambil langkah pencegahan. Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Teluk Bintuni mulai memetakan titik rawan kecelakaan atau black spot di wilayah Kota Bintuni.
Pelaksana Tugas Kepala Dishub Teluk Bintuni, Jandri Salakory, mengatakan pemetaan diperlukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara lebih terukur. Faktor yang akan diperiksa antara lain kondisi jalan, ketersediaan rambu dan marka, fasilitas keselamatan, hingga perilaku pengguna jalan.
“Identifikasi black spot dan faktor penyebab kecelakaan harus dilakukan dengan baik. Dari situ kita bisa menyusun langkah strategis untuk mencegah kecelakaan,” kata Jandri kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2026).
Menurut Jandri, Dishub dan Satlantas akan turun bersama mengidentifikasi lokasi yang dinilai berisiko, terutama di sepanjang jalan protokol Kota Bintuni. Hasil pemetaan akan menjadi dasar menentukan kebutuhan penanganan, termasuk penambahan rambu, perbaikan marka, serta pembenahan fasilitas keselamatan jalan jika ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Upaya pencegahan tidak hanya menyasar infrastruktur. Dishub juga akan menggandeng Satlantas untuk meningkatkan edukasi keselamatan berlalu lintas di sekolah, terutama bagi siswa SMP, SMA, dan SMK. Langkah ini dilakukan karena pengendara usia muda, termasuk pelajar, turut terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.
“Kami akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Keselamatan lalu lintas perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar siswa memiliki kesadaran ketika menggunakan jalan,” ujarnya.
Edukasi juga akan diberikan kepada pengemudi kendaraan, termasuk kendaraan angkutan barang dan pengangkut material. Menurut Jandri, kendaraan berukuran besar dan bermuatan berat membutuhkan kepatuhan lebih tinggi terhadap ketentuan keselamatan karena memiliki risiko lebih besar terhadap pengguna jalan lain.
Dishub, kata dia, juga akan menertibkan marka jalan dan meningkatkan pemasangan rambu sebagai bagian dari sistem keselamatan lalu lintas. Rambu dan marka bukan sekadar pelengkap jalan, melainkan petunjuk yang membantu pengendara mengambil keputusan dengan aman.
Jandri mengingatkan bahwa keselamatan lalu lintas pada akhirnya bergantung pada perilaku setiap pengguna jalan. Pemerintah dan kepolisian dapat menyediakan infrastruktur serta melakukan penertiban, tetapi risiko kecelakaan tetap sulit ditekan tanpa kepatuhan masyarakat.
“Kesadaran ini penting karena menyangkut keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Kalau tidak memiliki kesadaran yang baik dalam berkendara, hal itu dapat mengancam diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, Dishub berharap penanganan kecelakaan di Teluk Bintuni tidak berhenti setelah sebuah peristiwa terjadi. Pemetaan titik rawan, pembenahan fasilitas, penertiban, dan pendidikan keselamatan diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk membuat jalan di Kota Bintuni lebih aman bagi semua pengguna.
**(Tim/red/muris/inspirasipapua.id)**













