Gerak Serasi Dimulai, RSUD Bintuni Jemput Donor Darah ke OPD

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 2

RSUD Bintuni Jemput Donor Darah ke OPD, Kebutuhan Capai 150 Kantong per Bulan

BINTUNI, inspirasipapua.id — Kebutuhan darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Bintuni mencapai 120 hingga 150 kantong setiap bulan. Untuk menjaga ketersediaan stok, rumah sakit tidak lagi hanya menunggu pendonor datang. Tim donor darah akan mendatangi kantor-kantor organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung setiap Selasa dan Kamis mulai Oktober 2026. Kegiatan perdana digelar Selasa, 6 Oktober 2026, dengan menyasar Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Dinas Perumahan di Kantor BPKAD, pukul 09.00 hingga 12.00 WIT.

Dua hari kemudian, Kamis, 8 Oktober, giliran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung, serta Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup. Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Kompleks Perkantoran Bumi Saniari, Distrik Manimeri. Jadwal selanjutnya telah disusun hingga 2027 melalui program Gerak Serasi atau Gerakan Rekrutmen Aktif Donor Serasi RSUD Teluk Bintuni.

Plt. Direktur BLUD RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, Sp.PD, mengatakan penjadwalan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan rumah sakit kepada Sekretaris Daerah Teluk Bintuni. Menurut dia, program donor darah di lingkungan OPD merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan darah bagi pasien.

“Tim RSUD akan mengunjungi OPD-OPD sesuai jadwal. Kami datang setiap Selasa dan Kamis,” kata Novita saat ditemui di RSUD Bintuni, Sabtu (4/10/2026).

Novita yang didampingi Kabid Pelayanan Penunjang dan Manajemen Informasi Kesehatan Enggelino Awom, mengatakan kebutuhan darah di RSUD Bintuni tergolong tinggi. Ketika persediaan kosong, keluarga pasien kerap diminta mencari pendonor sendiri. Kondisi itu yang ingin dikurangi melalui program donor darah terjadwal.

Karena itu, kata dia, mobil unit transfusi darah beserta petugas RSUD telah disiapkan. Tim tersebut juga selama ini terbiasa melakukan kegiatan donor darah di luar rumah sakit sehingga diharapkan tidak mengalami kendala ketika mendatangi OPD.

Program ini sekaligus mendekatkan layanan kesehatan kepada para aparatur sipil negara dan tenaga honorer. Pendonor tidak perlu datang ke rumah sakit karena petugas yang akan mendatangi tempat kerja mereka.

Sebelum donor dilakukan, petugas juga memeriksa kondisi kesehatan calon pendonor, antara lain tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb). Pemeriksaan sederhana itu dapat menjadi pintu deteksi dini apabila ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

“Kalau dari pemeriksaan tensi darahnya tinggi, bisa langsung berobat. Ini merupakan deteksi dini kesehatan secara rutin,” ujar Novita.

Menurut dia, donor darah bukan hanya bermanfaat bagi penerima transfusi, tetapi juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap kesehatan pendonor. Dengan kondisi kesehatan yang memenuhi syarat, donor darah dapat dilakukan secara berkala sesuai ketentuan, umumnya setiap tiga bulan.

Karena itu, kunjungan ke OPD akan dilakukan secara bergiliran. Setelah seluruh OPD mendapat giliran, jadwal akan kembali berputar sehingga satu OPD dapat dikunjungi sekitar tiga bulan sekali.

“Orang donor itu sehat. Jadi donor darah sesuai aturan bagusnya dilakukan setiap tiga bulan sekali,” katanya.

Program tidak hanya menyasar OPD. RSUD Bintuni juga membuka kesempatan bagi instansi vertikal, TNI/Polri, perbankan hingga perusahaan yang ingin menggelar kegiatan donor darah. Instansi yang memiliki kegiatan tertentu dapat menghubungi RSUD agar tim transfusi darah datang ke lokasi.

Novita mengatakan jadwal yang telah disusun tetap bersifat fleksibel. Jika sebuah OPD memiliki agenda lain pada waktu yang telah ditentukan, pelaksanaan donor dapat digeser dan dijadwalkan kembali.

Beberapa hari sebelum kunjungan, tim RSUD juga akan menghubungi pimpinan OPD untuk memastikan kesiapan. Langkah itu dilakukan agar kegiatan donor darah tidak berbenturan dengan agenda kedinasan.

“Kami terlebih dahulu melakukan konfirmasi sebelum berkunjung ke OPD tersebut,” ujar Novita.

Dengan pola jemput bola tersebut, RSUD Bintuni berharap kebutuhan darah bagi pasien dapat dipenuhi secara lebih terencana. Di sisi lain, ASN dan tenaga honorer mendapat akses pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus kesempatan membantu pasien yang membutuhkan transfusi.

Di tengah kebutuhan darah yang mencapai hingga 150 kantong setiap bulan, setetes darah dari lingkungan perkantoran pun menjadi bagian penting dari upaya menjaga pelayanan rumah sakit tetap berjalan.

**(Tim/red/muris/inspirasi Papua.id)

Loading Viewer...

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *