Kabut Asap dan Tantangan Kerukunan, KKBW Ajak Warga Bintuni Perkuat Persaudaraan

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 1

“KKBW Gelar Doa untuk Bintuni, Bagikan 2.000 Masker di Tengah Kabut Asap”

BINTUNI, inspirasipapua.id — Kabut asap yang masih menyelimuti Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, mendorong Kerukunan Keluarga Bone Wajo (KKBW) menggelar aksi sosial. Tak hanya membagikan 2.000 masker kepada warga, kerukunan ini juga menggelar doa bersama untuk memohon kedamaian dan menjaga keharmonisan di Tanah Sisar Matiti, Senin (12/10/2026).

Doa bersama berlangsung di halaman Penginapan Kartini, kemudian dilanjutkan dengan pembagian masker di kawasan Lampu Merah Kampung Lama. Ketua KKBW Teluk Bintuni, Asnawing, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus dukungan terhadap imbauan pemerintah agar warga menggunakan masker selama kabut asap belum mereda.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua KKSS Teluk Bintuni, Erwin Beddu Nawawi, dan warga KKBW.

Semula, KKBW hanya menyiapkan 1.000 masker menggunakan kas kerukunan. Namun, partisipasi sukarela warga membuat jumlahnya bertambah menjadi 2.000 lembar.

Bagi Asnawing, tambahan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Keterlibatan masyarakat, menurut dia, dapat memperluas manfaat kegiatan sekaligus menghidupkan semangat gotong royong.

Ia berharap pembagian masker membantu warga lebih memperhatikan kesehatan di tengah paparan kabut asap.

Di luar persoalan kesehatan, doa bersama itu juga menjadi ruang untuk menyampaikan harapan agar situasi keamanan dan hubungan sosial di Teluk Bintuni tetap terjaga. Asnawing menyinggung sejumlah insiden yang terjadi belakangan ini dan berharap kejadian serupa tidak terulang.

Ia mengajak masyarakat asli Papua maupun warga pendatang untuk saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta menyelesaikan persoalan melalui dialog dan pendekatan kekeluargaan. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya, menegaskan komitmen KKBW untuk turut berkontribusi bagi daerah tempat mereka hidup.

Asnawing menilai kedamaian bukan hanya urusan aparat dan pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Situasi yang aman dan hubungan yang harmonis turut mendukung kelancaran pekerjaan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sehari-hari. Melalui doa bersama dan pembagian 2.000 masker, KKBW berharap kepedulian terhadap kesehatan berjalan beriringan dengan upaya merawat toleransi dan persatuan.

Di tengah kabut asap dan keberagaman masyarakat, langkah sederhana itu menjadi pengingat bahwa menjaga Bintuni tetap sehat dan damai membutuhkan keterlibatan semua pihak.

(Tim/red/muris/inspirasipapua.id)

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *