Kunjungan Bupati Bangkitkan Harapan, Sekolah Moyeba Menanti Perbaikan

banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 3

“Bupati Anosto Tinjau Moskona Utara, Kepala Sekolah Moyeba Berharap Janji Pemulihan Direalisasikan”

BINTUNI, inspirasipapua.id — Gedung SD Negeri Moyeba di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, menyimpan cerita panjang tentang pendidikan yang terhenti akibat konflik bersenjata. Bangunan sekolah yang rusak membuat anak-anak harus meninggalkan kampung halaman untuk melanjutkan pendidikan di tempat yang lebih aman.

Hampir setahun terakhir, kegiatan belajar-mengajar siswa SD Negeri Moyeba berlangsung di SD Negeri 2 Kali Kodok, Bintuni. Kerusakan gedung yang telah terjadi sejak 2015 semakin parah setelah kontak bersenjata pada 2025. Situasi itu membuat pemulihan fasilitas pendidikan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat.

Harapan untuk memperbaiki keadaan kembali mengemuka setelah Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy yang akrab disapa Anisto itu mengunjungi Distrik Moskona Utara pada Kamis, 8 Oktober 2026. Didampingi Kapolres, Dandim 1806/Teluk Bintuni, dan anggota DPRK dari daerah pemilihan Moskona, Yohanis meninjau langsung kondisi wilayah yang terdampak konflik.

Kunjungan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala SD Negeri Moyeba, Mesias Orocomna. Ia bersyukur karena pemerintah daerah melihat secara langsung kerusakan sekolah yang selama ini menjadi hambatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan di kampung sendiri.

“Iya, respons sangat positif. Saya secara pribadi dan sebagai kepala sekolah sangat bersyukur dan mengapresiasi Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, yang sudah melihat keadaan langsung di lapangan. Harapan kami, apa yang disampaikan bisa segera direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan sekolah,” kata Mesias.

Bagi Mesias, kunjungan itu bukan sekdar agenda pemerintahan. Perhatian langsung dari kepala daerah memberi harapan bahwa kebutuhan pendidikan anak-anak di wilayah konflik tidak dilupakan, meskipun mereka tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Namun, ia berharap perhatian tersebut berlanjut menjadi tindakan nyata. Menurut dia, pemulihan sekolah di daerah terdampak konflik membutuhkan dukungan lintas pemerintahan, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.

“Bukan hanya pemerintah daerah, tetapi pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat juga dapat memperhatikan kami di daerah yang dianggap zona merah konflik, khususnya di bidang pendidikan, agar dapat dibantu fasilitas,” ujarnya.

Mesias juga menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah pusat memberi perhatian lebih kepada masyarakat Papua, terutama anak-anak yang terdampak konflik bersenjata.

“Melihat keadaan kami saat ini, kami merasa sedih. Semoga apa yang kami usulkan bisa dijawab, terutama untuk dunia pendidikan,” katanya.

Pendidikan dan Kesehatan Menjadi Prioritas Pemulihan

Perhatian terhadap sekolah Moyeba menjadi bagian dari persoalan pemulihan yang lebih luas di Moskona Utara. Konflik tidak hanya berdampak pada tempat tinggal warga, tetapi juga mengganggu layanan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Ketua Komisi B DPRK Teluk Bintuni, Jefri Orocomna, mengatakan kerusakan di wilayah tersebut mencakup rumah warga, kantor distrik, fasilitas pelayanan kesehatan, serta sejumlah bangunan pendidikan, mulai dari PAUD hingga sekolah dasar dan menengah pertama.

“Kondisi Moskona Utara semua tahu. Kami sudah melihat kerusakan perumahan, kantor-kantor, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Ini menjadi perhatian kami untuk APBD 2027 agar rumah-rumah dan kantor yang rusak, terutama Kantor Distrik Moskona Utara, bisa dibangun permanen,” kata Jefri.

Ia menegaskan, DPRK Teluk Bintuni melalui Tim Badan Anggaran akan mengawal aspirasi masyarakat agar kebutuhan pemulihan mendapat perhatian dalam pembahasan anggaran daerah. Meski demikian, ia menilai dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat tetap diperlukan untuk mempercepat pembangunan kembali fasilitas yang rusak.

Jefri berharap pemerintah di semua tingkatan dapat bekerja sama agar masyarakat yang masih mengungsi bisa kembali ke kampung halaman dengan aman dan memperoleh pelayanan dasar yang layak.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menargetkan pemulangan pengungsi dari Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh sebelum Natal 2026. Target tersebut membutuhkan persiapan menyeluruh, termasuk kepastian keamanan, ketersediaan tempat tinggal, serta berfungsinya kembali fasilitas pendidikan dan kesehatan.

Pemulangan pengungsi tidak cukup hanya dengan mengembalikan warga ke kampung halaman. Sekolah harus kembali menjadi tempat anak-anak belajar, sementara puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya perlu memastikan masyarakat dapat memperoleh pelayanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Bagi anak-anak Moyeba, pulihnya sekolah berarti kesempatan untuk belajar lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan mereka sendiri. Karena itu, harapan Mesias dan masyarakat setempat kini tertuju pada tindak lanjut kunjungan pemerintah daerah: memperbaiki fasilitas yang rusak dan memastikan pendidikan serta pelayanan kesehatan kembali berjalan.

Apresiasi masyarakat terhadap perhatian Bupati Yohanis Manibuy menjadi pengingat bahwa pemulihan pascakonflik harus diukur dari perubahan nyata yang dirasakan warga. Bukan hanya dari kembalinya pengungsi, tetapi juga dari hadirnya kembali layanan dasar yang menjamin kehidupan mereka lebih aman dan bermartabat.

(Tim/red/muris/inspirasi Papua.id)

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *