Diduga Tergelincir Saat Mendahului, Seorang PNS Terlindas Bus di Jalan Rusak Bintuni

Petugas Satlantas Polres Teluk Bintuni saat memeriksa kondisi korban kecelakaan lalu lintas di RSUD Bintuni. Korban yang merupakan ASN perempuan mengalami luka serius setelah terjatuh dan terlindas bus di ruas jalan rusak Pranoto–Tuarai. (ist/Kadate/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 1096

Diduga Tergelincir Saat Mendahului, Seorang PNS Terlindas Bus di Jalan Rusak Bintuni

 

BINTUNI – Sebuah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Jalan Raya Bintuni, tepatnya di ruas jalan rusak antara Kampung Pranoto dan Tuarai, Kamis (25/9/2025) sekitar pukul 13.40 WIT. Seorang pengendara motor bernama Mujiyati (45), yang diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di SP 2, mengalami luka cukup serius setelah terjatuh dan terlindas bus saat berusaha mendahului kendaraan di jalan rusak tersebut.

Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto, SH melalui Kasat Lantas Polres Teluk Bintuni, Iptu Yusuf Manilet saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, kronologis kecelakaan bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Filano warna biru muda dengan nomor polisi PB 3986 BC melaju dari arah kota menuju SP 2.

“Saat tiba di lokasi kejadian yang kondisi jalannya rusak, korban mencoba mendahului bus AMB bernomor polisi PB 7805 B. Namun, karena kondisi jalan yang rusak, korban kehilangan kendali dan terjatuh ke samping kanan bus,” ujar Iptu Yusuf, Kamis siang.

Korban kemudian terpental masuk ke kolong bus dan terlindas roda belakang kanan. Akibatnya, Mujiyati mengalami luka sobek serius di bibir kanan hingga perlu delapan jahitan, serta luka lecet di tangan kiri dan kaki kanan.

Beruntung, pengemudi bus yang diketahui bernama Genal Rio Payara (35) segera menghentikan kendaraannya. Saksi lain di lokasi, Suratmanto (46), yang juga seorang PNS, turut membantu proses evakuasi. Korban segera dilarikan ke Puskesmas SP 4 Manimeri untuk pertolongan pertama guna mendapat perawatan medis sebelum dibawa ke RSUD Bintuni untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Sementara kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp8 juta,” tambah Kasat Lantas.

Polisi menyebut, saat kejadian cuaca cerah dan arus lalu lintas relatif sepi. Namun, kondisi jalan yang rusak diduga menjadi faktor utama kecelakaan.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, memeriksa kondisi korban, membuat laporan resmi, hingga melaporkan peristiwa tersebut kepada pimpinan.

“Situasi lalu lintas saat ini tetap lancar dan aman terkendali. Kami mengimbau pengendara agar tetap berhati-hati, terutama saat melintas di ruas jalan rusak,” tutup Iptu Yusuf.

Catatan Redaksi:
Kondisi jalan yang rusak masih menjadi pekerjaan rumah serius di sejumlah titik di Kabupaten Teluk Bintuni. Tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga kerap memicu kecelakaan seperti yang dialami Mujiyati. Harapan masyarakat kini tertuju pada perbaikan infrastruktur jalan agar mobilitas warga kembali aman dan nyaman.

(Laporan Redaksi Kadate/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *