Bupati Anisto Resmikan SPPG Kampung Lama, Pastikan Anak Bintuni Tumbuh Sehat dan Cerdas

Senyum sederhana yang lahir dari kebersamaan, lebih berharga dari apapun. Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy, SE, MH, Wakil Bupati Joko Lingara, Kepala Regional BGN Papua Barat, serta Pembina Yayasan Manbers Kasih Sejahtera David Manibui bersama-sama menggunting pita sebagai tanda diresmikannya SPPG Kampung Lama Bintuni. (ist/Kadate/Inspirasi Papua)
Bagikan berita ini

Views: 262

Bupati Anisto Resmikan SPPG Kampung Lama, Pastikan Anak Bintuni Tumbuh Sehat dan Cerdas

Klik vidio: Peresmian Gedung SPPG Kampung Lama Bintuni

 

BINTUNI – Aroma masakan yang menggoda tercium dari sebuah gedung bercat putih bersih di Kampung Lama, Teluk Bintuni. Di dalamnya, puluhan tangan sibuk mengiris sayuran, mengaduk panci besar, dan menata kotak-kotak makanan. Wajah mereka serius, namun senyum tak pernah lepas. Di sinilah harapan baru untuk generasi masa depan Bintuni mulai diracik — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Lama.

Jumat siang (15/8/2025), udara Bintuni yang hangat seakan membawa semangat berbeda. Gedung SPPG yang menjadi pusat dapur makanan bergizi itu diresmikan langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis “Anisto” Manibuy, didampingi Wakil Bupati Joko Lingara dan sederet tokoh daerah hingga tokoh masyarakat.

Peresmian ini bukan sekadar potong pita, melainkan penanda lahirnya sebuah komitmen bersama: memastikan anak-anak Bintuni tumbuh sehat, cerdas, dan kuat.

Dari Hati, untuk Anak Negeri

David Manibui, Pembina Yayasan Manbers Kasih Sejahtera, berdiri di depan hadirin dengan suara mantap namun penuh kehangatan.
“Ada yang bertanya, kenapa kami membuat dapur ini? Jawabannya sederhana… yang makan di sini adalah keluarga saya. Anak-anak sekolah di Bintuni ini adalah anak, cucu, dan sahabat anak saya. Semua yang kami lakukan lahir dari hati yang tulus,” ucapnya, membuat banyak orang mengangguk setuju.

SPPG ini bukan sembarang dapur. Semua fasilitas dibuat dari bahan aluminium yang higienis, memenuhi standar nasional. Dari pemilihan bahan segar hingga proses masak, semuanya dijalankan dengan standar ketat untuk memastikan setiap suapan adalah kebaikan murni. “Bapak/Ibu tak perlu khawatir, semua kami siapkan dengan yang terbaik,” tegas David.

Program Nasional, Langkah Lokal

Bupati Anisto, dalam sambutannya, menegaskan bahwa SPPG adalah bagian dari program Makanan Bergizi Gratis Presiden RI Prabowo Subianto. Bukan sekadar program pemberian makan, tapi strategi jangka panjang membentuk Indonesia Emas 2045.

“Gizi yang baik adalah pondasi pertumbuhan anak, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh. Kita tidak hanya memberi makanan, tapi memastikan gizinya maksimal,” ujar Bupati.

Anisto menegaskan, Pemda Teluk Bintuni akan terus memastikan proses ini berjalan dengan higienis, terukur, dan tepat sasaran. “Anak-anak kita hari ini adalah pemimpin masa depan. Tugas kita memastikan mereka siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Lebih dari Sekadar Dapur

SPPG Kampung Lama mempekerjakan 48 orang — mulai dari ahli gizi, chef, helper, hingga sopir pengantar makanan. Dua unit mobil khusus siap mengantarkan hidangan ke sekolah-sekolah. Menu disiapkan tak hanya untuk mengenyangkan, tapi juga memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Di dapur, panci-panci besar mengeluarkan uap hangat. Warna sayuran segar berpadu dengan aroma lauk pauk yang lezat. Setiap kotak makanan bukan sekadar bekal, tapi titipan masa depan.

Harapan yang Mengalir

Ketika pita peresmian digunting, tepuk tangan menggema. Bukan hanya sebagai bentuk suka cita, tapi juga harapan. Harapan bahwa tak ada lagi anak-anak Bintuni yang belajar dengan perut kosong. Harapan bahwa setiap gigitan asupan makanan akan membawa energi untuk bercita-cita setinggi langit.

Bupati, David, dan seluruh undangan lalu berkeliling melihat dapur. Semua dibuat bersih, rapi, dan aman. Dari sinilah, ribuan kotak makan bergizi akan berangkat setiap hari, menyusuri jalan-jalan Bintuni, menuju anak-anak yang kelak akan menjadi tulang punggung negeri.

Seperti yang dikatakan Bupati Anisto, “Mari kita jadikan program makanan bergizi gratis ini sebagai gerakan bersama, agar masa depan Teluk Bintuni semakin cerah dan sejahtera. (Laporan Tim  Redaksi Kadate/Inspirasi Papua)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *