Sikap Levinus Ayamiseba Berubah 100 Persen Positif Setelah Menjalani Pendidikan Di P2TIM TB

Alumni P2TIM Teluk Bintuni Levinus Ayamiseba saat ini bekerja sebagai Time Keeper TMJO di Train 3 LNG Tangguh Teluk Bintuni. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 65

BINTUNI, InspirasiPapua.idLevinus Ayamiseba adalah salah seorang alumni Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Kabupaten Teluk Bintuni (P2TIM TB) merupakan angkatan ke-8 (batch-8). Sikap Levinus Ayamiseba berubah 100 persen positif setelah mengikuti pendidikan di P2TIM TB.

Levinus Ayamiseba saat berada di tempat kerja di Train 3 LNG Tangguh Teluk Bintuni. IP-IST

Levinus lulus dari P2TIM TB pada tanggal 31 Agustus 2021 dan dirinya sempat menganggur namun tidak lama yaitu hanya sebulan.

Kemudian dia pun mendapat kabar dari admin Petrotekno selaku operated P2TIM TB untuk melengkapi berkas-berkas dan bergabung dengan perusahaan sub kontraktor BP Tangguh yaitu PT.TMJO yang saat ini beroperasi di Project Train 3 LNG Tangguh.

Dan  setelah melewati semua proses karantina  akhirnya Levinus sampai di LNG Tangguh untuk bekerja di Laydown TMJO Insulation menjadi asisten Insulation di Project Train III LNG Tangguh selama 4 bulan lalu dipindahkan ke posisi Time Keeper untuk mengawasi semua karyawan TMJO yang bekerja di Train 3 LNG Tangguh.

Dan saat  ini Levius Ayamiseba dengan penuh suka cita dan bersyukur kepada Tuhan atas pencapaian yang dirinya capai saat ini sebagai seorang Time Keeper di Train 3 LNG Tangguh dengan gaji yang cukup dan memiliki banyak teman kerja yang berasal dari berbagai daerah.

Levinus berasal dari suku Wamesa (air bersih) salah satu suku asli Teluk Wondama dan Teluk Bintuni (air kabur) dari Kampung Roon Distrik Yende Kabupaten Teluk Wondama.

Levinus mengenal P2TIM TB lewat seorang teman yang juga alumni P2TIM TB angkatan ke-6 (batch-6).

Sebelum menempuh pendidikan di P2TIM TB dirinya masih memiliki atitude atau sikap yang masih didominasi oleh hal-hal negatif.

Dimana setiap hari waktu masih di rumah dan belum mengenal P2TIM TB dirinya selalu bangun pagi pukul 07.00 atau 08.00.

Levinus Ayamiseba saat bekerja di tempat kerja di Train 3 LNG Tangguh Teluk Bintuni. IP-IST

Tetapi setelah diberikan kesempatan menjalani pendidikan di P2TIM TB akhirnya sikap Levinus berubah 100 persen menjadi positif.

Yaitu setiap hari dia diajarkan disiplin waktu dan saat di asrama P2TIM TB dia harus bangun pagi mulai pukul 04.00 Wit subuh untuk mulai aktifitas mandi, sarapan hingga apel pagi lalu ikut Bus ke Kampus P2TIM TB di Beimes SP-5 Distrik Bintuni Timur.

“Intinya bahwa semua langkah saya diatur dengan waktu untuk menjadi seorang Pipe Fitter yang memiliki skill yang mumpuni yang dapat bersaing diberbagai macam Project Migas tingkat dunia.

Dari P2TIM TB lah baru saya menyadari dan paham betul bahwa waktu itu sangat penting bagi saya diusia muda untuk menjadi orang yang berguna dan lebih baik,” ujar Alumni P2TIM TB Levinus Ayamiseba kepada media ini, Jumat (11/02/2022) di Bintuni.

Levinus Ayamiseba bersama rekan-rekan kerja dari berbagai daerah bekerja di Project Train 3 LNG Tangguh Teluk Bintuni. IP-IST

Selama di P2TIM TB, Levinus menuturkan bahwa  dirinya diajarkan untuk disiplin waktu serta menghargai setiap sesama rekan kerja dan memiliki sikap atau atitude yang baik dan selalu bersikap positif.

“Semua yang saya dapatkan di P2TIM TB sangat bermanfaat ketika saya mulai bekerja di dunia nyata yaitu di Site LNG Tangguh.

Apa yang sudah saya dapatkan di P2TIM TB itu sama dengan apa yang saya lakukan ketika saya sudah bekerja di Train 3 LNG Tangguh yaitu disiplin dalam bekerja dimana setiap hari saya harus bekerja 8 jam tanpa mengenal lelah.

Tiap subuh saya harus sudah bangun lakukan aktifitas rutin seperti mandi, antri makan. Dan setelah itu  antri naik Bus untuk ke tempat kerja,” paparnya mengenang kisahnya baik masih di P2TIM TB maupun setelah bekerja di Train 3 LNG Tangguh.

Levinus juga mengungkapkan bagaimana dirinya bisa mengetahui nama-nama material setelah dirinya bekerja di Train 3 LNG Tangguh untuk digunakan khusus untuk Insulation.

Levinus Ayamiseba berfose bersama rekan sekerja di Project Train 3 LNG Tangguh Teluk Bintuni. IP-IST

“Seperti RockWool, blangket, membransit dan beberapa alat-alat yang digunakan di Laydown area,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Levinus juga memberikan motivasi dan pesan-pesan yang bermanfaat kepada adik-adiknya yang saat ini masih belajar di P2TIM TB yaitu angkatan ke-9 (batch-9) bahwa setiap tantangan dalam dunia kerja nyata harus diterima dengan lapang dada.

“Serta menyikapinya dengan tenang dan mudah. Hal itu semua tentunya adik-adik bisa terapkan ketika nanti bekerja di dunia nyata sebagaimana kakak sekarang rasakan setelah bekerja.

Ini semua berkat bimbingan tentang kejujuran, kedisiplinan yang kakak dapatkan dari instruktur-instruktur dari Petrotekno yang ada di P2TIM TB yang sangat berpengalaman dan memiliki ilmu yang luas dan terpercaya di tingkat nasional dan internasioal.

Terima kasih yang setinggi-tingginya saya ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, P2TIM TB dan Petrotekno selaku operated yang telah menggembleng saya sehingga saya bisa seperti saat ini. Yaitu dari orang biasa dari kampung Roon distrik Yende bisa menjadi orang yang bermanfaat dan menjadi berkat bagi banyak orang,” tuturnya.

Levinus Ayamiseba bersama rekan-rekan kerja dari berbagai daerah bekerja di Project Train 3 LNG Tangguh Teluk Bintuni. IP-IST

Sebelum mengakhiri kisahnya, Levinus Ayamiseba juga berpesan kepada adik-adiknya di P2TIM TB yang saat ini masih menempuh pendidikan agar lebih giat lagi belajar dan timbalah semua ilmu dari setiap instruktur yang mengajarimu.

“Ingat lambat berpikir, lambat mengambil keputusan akan kehilangan peluang-peluang berharga dan peluang itu tidak selalu datang berulang.

Orang-orang yang sukses selalu berpikir cepat dan juga cepat dalam mengambil keputusan dan segera bertindak,” tutup Levinus Ayamiseba. (01-IP)

 

 

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *