Views: 29
“Bukan Sekedar Memulangkan Pengungsi, Bupati Yohanis Manibuy Siapkan Revitalisasi Moskona”
BINTUNI, inspirasipapua.id — Kondisi sejumlah fasilitas publik di Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, masih membutuhkan pemulihan setelah konflik bersenjata pada 2025 memaksa warga mengungsi hampir setahun.
Fakta itu terlihat saat Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy yang akrab disapa Anisto bersama anggota DPRK Teluk Bintuni Jefri Orocomna, didampingi Kapolres Teluk Bintuni dan Dandim 1806/Teluk Bintuni, meninjau langsung wilayah tersebut pada Rabu, 7 Oktober 2026. Rombongan menemukan kerusakan pada sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan distrik, hingga rumah warga, dengan tingkat kerusakan mulai ringan hingga berat.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan pemulangan pengungsi dari Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh. Pemerintah daerah memastikan kepulangan tidak hanya berupa pemindahan warga dari tempat pengungsian ke kampung halaman, tetapi juga disertai pemulihan fasilitas dan layanan dasar.
“Kami berkunjung ke Distrik Moskona Utara untuk melihat secara dekat kondisi di lapangan. Kunjungan ini dalam rangka persiapan pemulangan pengungsi keluarga besar Moskona Utara dan Utara Jauh. Kami sudah lihat sekolah, puskesmas, dan sarana penunjang lainnya, dan kami akan melakukan perbaikan rumah-rumah yang rusak,” ujar Yohanis.
Tiga prioritas pemulihan
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menetapkan tiga prioritas utama dalam pemulihan Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh, yakni revitalisasi perumahan, pemulihan akses air bersih, dan pengaktifan kembali pemerintahan distrik.
Pertama, perbaikan rumah warga yang rusak melalui perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Perumahan. Hunian yang aman dan layak menjadi kebutuhan mendasar bagi keluarga yang telah lama meninggalkan kampung akibat konflik.
Kedua, pemulihan layanan air bersih. Ketersediaan air diperlukan untuk memasak, mandi, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung kesehatan keluarga. Karena itu, fasilitas air bersih akan dipulihkan seiring dengan perbaikan rumah dan fasilitas umum lainnya.
Ketiga, mengaktifkan kembali pelayanan pemerintahan distrik. Kehadiran aparatur pemerintah diperlukan agar masyarakat kembali memperoleh pelayanan administrasi dan akses terhadap berbagai urusan pemerintahan. Kantor distrik yang beroperasi juga menjadi penanda penting kembalinya kehidupan sosial masyarakat.
Yohanis meminta pemerintah distrik segera kembali berkantor, membersihkan lingkungan, dan menyiapkan fasilitas pemerintahan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan kembali.
“Kepada pemerintah distrik agar segera kembali ke kantor pemerintahan guna melakukan operasional kembali dan melakukan pembersihan lokasi, sehingga dapat melayani masyarakat di Moskona Utara dan Utara Jauh,” katanya.
Selain tiga prioritas tersebut, pemerintah daerah juga memberi perhatian pada pemulihan sekolah dan puskesmas. Sekolah yang kembali berfungsi akan membantu anak-anak memperoleh lingkungan belajar yang aman, sementara puskesmas dan fasilitas pendukung lainnya diperlukan agar masyarakat dapat kembali mengakses layanan kesehatan.
Pemulihan berbagai fasilitas itu harus dilakukan secara terkoordinasi. Kepulangan warga tidak boleh berhenti pada perpindahan dari tempat pengungsian ke kampung, tetapi harus menjadi awal dari pemulihan kehidupan yang lebih utuh, termasuk pendidikan, kesehatan, air bersih, perumahan, dan pelayanan pemerintahan.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menargetkan pemulangan pengungsi yang dibarengi rehabilitasi bangunan pendidikan dan penyediaan hunian layak dapat dituntaskan sebelum Natal 2026. Target tersebut diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat Moskona untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan merayakan hari besar keagamaan di lingkungan yang lebih aman dan layak.
Keberhasilan pemulihan nantinya tidak hanya diukur dari jumlah warga yang kembali. Kondisi rumah, berfungsinya sekolah dan puskesmas, tersedianya air bersih, serta kembalinya pelayanan pemerintahan menjadi ukuran penting agar masyarakat dapat menjalani kehidupan secara berkelanjutan.
Bagi warga yang telah lama mengungsi, kepulangan harus disertai kepastian bahwa kampung halaman kembali menjadi tempat yang layak untuk membangun masa depan, menyekolahkan anak, menjaga kesehatan keluarga, dan hidup dengan aman serta bermartabat.
Revitalisasi Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh karena itu bukan sekadar pekerjaan memperbaiki bangunan. Upaya tersebut mencakup pemulihan pelayanan publik, keberlangsungan pendidikan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan penguatan kembali kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Dengan target pemulangan sebelum Natal 2026, pemerintah daerah berharap warga dapat kembali ke kampung halaman dalam kondisi yang lebih siap, dengan rumah yang layak, fasilitas dasar yang berfungsi, dan ruang untuk menata kembali kehidupan.
(Tim/Red/Muris/Inspirasi Papua)













