Bupati Berharap 107 Anak Bintuni Yang Baru Jadi Polri Terus Dibina Agar Miliki Mental Penegak Hukum

Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT saat berfose bersama 107 Bintara Baru Polri asal Teluk Bintuni di Mapolda Papua Barat. IP-IST
Bagikan berita ini

Visits: 2

BINTUNI, InspirasiPapua.id– Sebanyak 107 Bintara remaja Polri terdiri dari 100 Polisi Laki-laki (Polki) dan 7 Polisi Wanita (Polwan) daerah pengiriman Kabupaten Teluk Bintuni itu dikirim kembali ke Polres asalnya yaitu Polres Teluk Bintuni untuk melaksanakan tugas sesuai kesepakatan para Bupati dan Walikota se Papua Barat dengan Kapolda Papua Barat.

Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT saat ikut atraksi melambaikan bendera merah putih Upacara Penutupan Pembinaan dan Pelatihan Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan Bintara Remaja Polda Papua Barat Tahun Anggaran (T.A) 2021 di Mapolda Papua Barat. IP-IST

Menurut Kabag Humas dan Protokol itu bahwa Bintara remaja Polri dari Teluk Bintuni itu diterima langsung Bupati Ir. Petrus Kasihiw,MT, Selasa (25/01/2022) pada Upacara Penutupan Pembinaan dan Pelatihan Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan Bintara Remaja Polda Papua Barat Tahun Anggaran (T.A) 2021 di Mapolda Papua Barat.

Bupati Kasihiw dalam siaran persnya mengatakan bahwa para Bintara Polri baru itu harus menyadari bahwa mereka bukan seperti dulu lagi.

“Tetapi statusnya sekarang adalah sebagai pelindung dan pengayom masyarakat sehingga mereka dalam melaksanakan tugas sesuai perintah institusi Polri.

Sebanyak 107 orang ini sekarang sudah menjadi aparat hukum karena itu setelah kembali ke Polres Teluk Bintuni saya berharap mereka terus dibina pada setiap satuan dan fungsi sehingga mental sebagai aparat penegak hukum selalu terpatri dalam kehidupan mereka,” tutur Bupati Petrus Kasihiw.

Orang Nomor Satu di Kabupaten Teluk Bintuni itu juga meminta agar sifat malas sudah seharusnya tidak lagi dimiliki ketika mereka telah dilantik menjadi anggota Polri agar pelanggaran disersi atau meninggalkan tempat tugas itu tidak akan terfjadi dalam kehidupan mereka.

“Karena ketika disersi maka endingnya dipecat maka saya berharap hal ini tidak akan terjadi sebab percuma mengikuti seleksi dan diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan selama 5 bulan di luar Papua Barat kemudian dilanjutkan dengan pembinaan dan pelatihan (Binlat) di Mapolda Papua Barat selama 1 bulan.

Karena banyak orang yang ingin menjadi polisi tetapi mereka yang berhasil sedikit karena itu harus dihargai dan dijaga sebab itu kebanggaan orang tua, keluarga, masyarakat dan pemerintah daerah Teluk Bintuni. Kemudian juga harus menghargai bahwa mereka jadi Polri karena dibiayai dari Dana Otsus Papua,” sebut Bupati Bintuni itu mengingatkan.

Lanjut Bupati Bintuni bahwa  Pemkab Teluk Bintuni siap mengalokasikan anggaran sesuai kebijakan Kapolri melalui arahan Kapolda dan Gubernur Papua Barat untuk menyiapkan SDM generasi Papua di Kepolisian Republik Indonesia.

“Intinya kita akan menyiapkan SDM di segala bidang termasuk menjadi anggota Polri itu adalah tanggung jawab daerah dan menjadi perhatian kami,” ujar Bupati Petrus Kasihiw. (03-IP)

About Post Author

banner x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *