Views: 20
Irene Manibuy Dorong BLT Khusus OAP, Pembangunan Harus Benar-Benar Dirasakan Masyarakat
BINTUNI, PAPUA BARAT – Pembangunan di Tanah Papua tidak boleh hanya berhenti pada program dan angka di atas kertas. Masyarakat harus benar-benar merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari, terutama Orang Asli Papua (OAP) yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Perwakilan Provinsi Papua Barat, Irene Manibuy, saat mengawal pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Otsus dan RKPD Tahun 2027 di Teluk Bintuni, Jumat (24/4/2026).
Menurut Irene, salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah adanya bantuan langsung tunai (BLT) yang benar-benar menyasar OAP. Bantuan tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, terutama saat harga kebutuhan pokok meningkat akibat kenaikan harga BBM.
Ia menilai, masyarakat Papua membutuhkan perhatian nyata, bukan sekadar janji pembangunan. Bantuan yang langsung dirasakan akan menjadi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi dan mensejahterakan rakyatnya.
Irene menyambut baik usulan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemberian bantuan harus memiliki dasar hukum yang jelas agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Bantuan seperti itu bisa saja diberikan, asalkan ada regulasinya.
Hal ini bisa menggunakan hak prerogatif Presiden, khusus bagi mereka yang sudah memiliki KTP Papua. Tujuannya agar orang Papua benar-benar merasakan sentuhan pembangunan,” tegas Irene.
Menurutnya, pembangunan Papua tidak boleh hanya terlihat besar dalam dokumen perencanaan, tetapi harus nyata hadir dalam kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Ia menegaskan, kesejahteraan bukan hanya soal proyek besar, melainkan bagaimana masyarakat bisa merasakan perubahan nyata—baik melalui bantuan ekonomi, akses pelayanan dasar, hingga keberpihakan kebijakan terhadap OAP.
***(MA/Inspirasi Papua)***











