Views: 1
DPRK Bintuni Awasi Gedung Rawat Inap RSUD, Dewan Soroti Manfaat untuk Pasien
BINTUNI, inspirasipapua.id — Bagi pasien rumah sakit, sebuah gedung baru bukan sekedar bangunan dengan dinding dan ruang-ruang perawatan. Ia berarti tempat tidur yang lebih layak, ruang perawatan yang lebih memadai, dan harapan agar pelayanan kesehatan tidak terhambat karena keterbatasan fasilitas.
Pertimbangan itulah yang dibawa Wakil Ketua II DPRK Teluk Bintuni, Yasman Yasir, ketika meninjau pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Bintuni, Rabu (16/9/2026). Bersama anggota DPRK Wagiman dan Rizalid Sarba, Yasman melihat langsung progres pekerjaan sekaligus berdiskusi dengan Direktur RSUD Bintuni, dr. Novita Panggau.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRK terhadap pembangunan daerah. Pengawasan tidak semata-mata untuk melihat apakah proyek berjalan, tetapi juga memastikan penggunaan anggaran publik memiliki hasil yang sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan masyarakat. “Kami mengapresiasi pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Bintuni ini. Fasilitas kesehatan yang baik sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga pembangunan seperti ini harus terus mendapat perhatian,” kata Yasman.
Menurut dia, pembangunan gedung harus dibarengi dengan perhatian terhadap kualitas pekerjaan dan penyelesaian sesuai target. Sebab, ukuran keberhasilan proyek kesehatan bukan hanya berapa persen bangunan telah berdiri, melainkan seberapa jauh fasilitas itu kelak membantu pasien dan tenaga kesehatan. Ruang rawat yang lebih memadai diharapkan dapat menunjang pelayanan sekaligus menciptakan kondisi perawatan yang lebih baik bagi masyarakat.
Dari kunjungan lapangan itu, DPRK juga memperoleh gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan RSUD Bintuni. Bagi lembaga legislatif, informasi langsung dari lapangan penting dalam menjalankan fungsi pengawasan sekaligus mengevaluasi apakah kebijakan dan anggaran daerah telah bergerak menuju tujuan yang semestinya. Gedung yang selesai dibangun pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan publik: pasien mendapatkan pelayanan yang layak, tenaga kesehatan memiliki ruang kerja yang mendukung, dan anggaran daerah menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan warga.
**(Tim/red/MA/inspirasipapua.id)**













