Views: 131
RSP Babo Raya Mulai Seleksi SDM Kesehatan Formasi 2026: Pelamar Membludak, Dokter Umum Tembus 50 Orang
BINTUNI — Rumah Sakit Pratama Babo Raya (RSPBR) resmi memulai proses seleksi penerimaan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan untuk formasi ASN dan Non-ASN tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 1 Desember 2025 ini dibuka secara resmi oleh Bupati Teluk Bintuni yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kesehatan Marinus Aronggear.
Ketua Panitia Seleksi, Semuel Manibuy, SKM, MM, dalam laporannya menyampaikan bahwa rekrutmen tahun ini akan dilaksanakan dalam tiga gelombang.
Gelombang pertama dimulai dengan seleksi tenaga perawat dan bidan, kemudian tenaga farmasi, analis laboratorium, serta tenaga kesehatan penunjang lainnya. Gelombang kedua akan diperuntukkan bagi tenaga administrasi dan tenaga umum, sementara gelombang ketiga khusus untuk tenaga medis, mulai dari dokter umum, dokter gigi, hingga dokter spesialis.
Pelamar Melebihi Kuota, Antusiasme Sangat Tinggi
Panitia menerima berkas lamaran secara fisik maupun online. Jumlah pelamar disebut jauh melampaui kuota.
Bahkan untuk formasi dokter umum, tercatat lebih dari 50 pelamar — menandakan tingginya minat sekaligus kepercayaan publik terhadap kebijakan Pemkab Teluk Bintuni dalam meningkatkan layanan kesehatan.
Namun demikian, sekitar 10–15% pelamar tenaga kesehatan, terutama perawat dan bidan, tidak lolos administrasi akibat tidak memiliki Sertifikat Kompetensi atau Surat Tanda Registrasi (STR). Padahal, STR merupakan syarat legal utama bagi tenaga kesehatan untuk dapat bekerja dan berpraktik.
Seleksi Ketat dengan Mekanisme OSCE
Untuk memastikan kualitas SDM yang diterima, tahap seleksi kompetensi akan menggunakan metode OSCE (Objective Structured Clinical Examination) — metode standar internasional yang menilai kemampuan klinis melalui station uji praktik dengan skenario berbeda.
Peserta yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai fasilitas kesehatan, baik PNS, CPNS, PPPK, maupun Non-ASN, dari Teluk Bintuni hingga luar daerah.
Sementara para penguji merupakan kolaborasi profesional dari Dinas Kesehatan, RSUD Teluk Bintuni, RSP Babo Raya, serta organisasi profesi kesehatan di wilayah setempat.
Harapan Melahirkan SDM Kesehatan yang Beretika dan Kompeten
Semuel Manibuy mengucapkan terima kasih kepada organisasi profesi yang turut mendukung pelaksanaan seleksi. Ia berharap proses ini melahirkan SDM unggul, berkompeten, dan beretika, yang mampu memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Teluk Bintuni.
“Semoga SDM yang terpilih nantinya bukan hanya profesional, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi masyarakat di Negeri Sisar Matiti,” ujarnya menutup laporan. (MA/Inspirasi Papua)













