Cegah Kenakalan Remaja dan Bahaya Narkoba, Polsek Babo Hadirkan Edukasi di SMA Negeri Tofoi

Bripka Rikson Saragih mewakili Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Susanto, S.I.K., saat memaparkan berbagai bentuk kenakalan remaja kepada para guru dan siswa-siswi SMA Negeri Tofoi, Distrik Sumuri, dalam sesi sosialisasi pencegahan perilaku menyimpang di kalangan pelajar. (Foto: ist/Kadate/Inspirasi Papua)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 167

Cegah Kenakalan Remaja dan Bahaya Narkoba, Polsek Babo Hadirkan Edukasi di SMA Negeri Tofoi

 

Laporan: Tim Redaksi KADATE | Inspirasi Papua

BINTUNI — Suasana pagi di SMA Negeri Tofoi terasa berbeda pada Rabu, 16 Juli 2025. Di tengah kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), puluhan siswa baru duduk rapi di aula sekolah, menyimak dengan penuh perhatian materi yang disampaikan oleh aparat kepolisian dari Polsek Babo. Bukan sekadar pengenalan sekolah, kegiatan ini sarat akan pesan moral dan pembentukan karakter: mencegah kenakalan remaja serta mengenalkan bahaya laten narkoba.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Pos Pengamanan (Pos Pam) Sumuri ini bukan hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga bentuk nyata komitmen Polri dalam mendampingi tumbuh kembang generasi muda, terutama di wilayah pesisir Teluk Bintuni. Kepolisian menyadari bahwa lingkungan sekolah adalah titik awal penting dalam membangun kesadaran hukum dan moralitas pelajar.

Bripka Rikson Saragih yang mewakili Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Susanto, S.I.K., membuka sesi pertama dengan membahas secara mendalam berbagai bentuk kenakalan remaja. Mulai dari pelanggaran ringan seperti bolos sekolah dan merokok, hingga ke perilaku ekstrem yang bisa menyeret anak-anak muda ke dalam jeratan hukum, seperti konsumsi alkohol, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, tawuran, pencurian, perjudian, penipuan, hingga balapan liar.

“Remaja adalah masa transisi, penuh energi dan rasa ingin tahu. Tapi jika tidak diarahkan dengan baik, mereka mudah terjerumus pada perilaku menyimpang. Hari ini kami hadir bukan untuk menakuti, tapi untuk membuka mata adik-adik semua tentang risiko di luar sana,” tutur Bripka Rikson dengan nada hangat namun tegas.

Sesi kemudian dilanjutkan oleh Bripka Bakri Refideso yang secara khusus mengupas dampak narkotika terhadap fisik, mental, hingga sosial. Ia menjelaskan bahwa narkoba bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga menghancurkan masa depan. Ketergantungan narkoba seringkali dimulai dari rasa ingin tahu, lalu berubah menjadi kecanduan yang menghantui seumur hidup.

“Narkoba itu seperti racun yang merusak perlahan. Tidak terlihat di awal, tapi dampaknya menghancurkan. Otak bisa rusak permanen, hubungan dengan keluarga putus, pendidikan hancur, bahkan banyak yang berakhir di penjara atau meninggal dunia karena overdosis,” jelas Bripka Bakri dengan penuh empati.

Yang menarik, kegiatan ini tidak berlangsung satu arah. Para siswa tampak aktif bertanya, menyampaikan pendapat, bahkan curhat ringan tentang tekanan sosial yang mereka alami di lingkungan sekitar. Beberapa siswa menanyakan cara menghadapi ajakan teman untuk merokok atau mencoba miras, sementara yang lain ingin tahu bagaimana membedakan teman yang benar-benar baik dan yang hanya membawa pengaruh buruk.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini dan menyebutnya sebagai bekal penting dalam membentuk karakter siswa sejak awal masuk sekolah. Kepala SMA Negeri Tofoi, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Babo yang telah meluangkan waktu hadir dan berbagi ilmu yang sangat relevan dengan kehidupan siswa masa kini.

“Kami berharap sinergi antara sekolah dan aparat keamanan terus terjalin. Karena menjaga anak-anak ini bukan hanya tugas guru dan orang tua, tapi juga tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan pesan harapan dari Bripka Bakri Refideso. Ia berpesan agar para siswa berani berkata tidak pada ajakan negatif, dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan membangun.

“Kalian adalah masa depan daerah ini. Jangan rusak hidup kalian hanya karena keputusan sesaat. Jadilah pribadi yang berani, cerdas, dan punya prinsip,” pesannya sambil menatap barisan siswa yang menyimak dengan mata berbinar.

Melalui kegiatan edukatif seperti ini, Polsek Babo membuktikan bahwa kehadiran polisi bukan hanya soal menegakkan hukum, tapi juga tentang merawat masa depan. Masa depan yang hari ini, mungkin sedang duduk berseragam putih abu-abu, belajar mengenali arah hidup, dan perlahan mulai berani bermimpi. ***

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *