MTQ ke-11 Teluk Bintuni Resmi Dibuka, Harapan Lahirkan Qori dan Hafiz Berprestasi

Dari Bintuni untuk Harmoni, MTQ XI Satukan Semangat Religius dan Kearifan Lokal. Defile kafilah dari 12 distrik mewarnai pembukaan MTQ XI Teluk Bintuni dengan penuh semangat dan kebersamaan. (MA/Inspirasi Papua)
banner 468x60
Bagikan berita ini

Views: 77

Beduk Dibunyikan, MTQ ke-11 Teluk Bintuni Resmi Dibuka Penuh Khidmat dan Kebersamaan

 

 

BINTUNI, PAPUA BARAT – Malam yang hangat dan penuh semangat religius menyelimuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-11 tingkat Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIT. Ribuan masyarakat tumpah ruah termasuk penjual makanan dan minuman yang berjualan di luar arena MTQ, menyaksikan dimulainya ajang yang tak sekedar lomba, tetapi juga ruang mempererat nilai silarurahmi dan kebersamaan.

Bukan sekedar seremoni, pembukaan MTQ ini menjelma menjadi ruang perjumpaan—tempat nilai-nilai Al-Qur’an, kebersamaan, dan kearifan lokal saling menguatkan.

Mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat yang Religius yang SERASI dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an dan Kearifan Lokal”, acara diawali dengan devile 12 kafilah dari 12 distrik, yaitu kafilah distrik Manimeri, Meyado, Yakora, Aranday, Taroi, Kamundan, Babo, Aroba, Sumuri, Kaitaro, Tomu dan kafilah distrik Bintuni selaku tuan rumah.

Sebanyak 702 peserta tampil penuh percaya diri, membawa identitas dan semangat daerah masing-masing.

Sorotan mengarah pada momen penyerahan piala bergilir dari Distrik Bintuni sebagai juara MTQ sebelumnya. Piala itu diserahkan oleh Kepala Distrik Bintuni, Mozes Koropasi, kepada Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, yang juga menjabat Ketua Umum LPTQ setempat, untuk kembali diperebutkan.

Suasana kian khidmat saat lagu Indonesia Raya dan Himne MTQ menggema, dibawakan oleh Vocal Group GKI Viadolorosa Bintuni. Harmoni suara mereka menjadi simbol indahnya toleransi antarumat beragama di Teluk Bintuni—sebuah daerah yang dikenal dengan julukan “agama keluarga”.

Pembacaan Kalam Ilahi yang menyusul, menghadirkan getaran spiritual yang menyentuh hati para hadirin.

Hadir dalam acara pembukaan MTQ Ke-11 Tingkat Kabupaten itu, Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara, pimpinan DPRK Teluk Bintuni, Forkopimda, jajaran Pengurus LPTQ Teluk Bintuni, Plt. Sekda Ir. I.B. Putu Suratna, para pimpinan OPD, para kepala distrik, kepala kampung di lingkup Pemda Teluk Bintuni, Kepala Kantor Kementrian Agama Husein Alhamid, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, Ketua MUI, alim ulama, tokoh agama, tokoh adat, Ketua GOW Teluk Bintuni, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, tokoh perempuan, para dewan hakim dan panitera dan segenap panitia pelaksana serta kafilah dari 12 distrik serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Teluk Bintuni Joko Lingara menegaskan bahwa nilai-nilai Islam memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

“MTQ bukan sekadar ajang lomba membaca Al-Qur’an, tetapi sarana strategis untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta membumikan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memadukan ajaran Al-Qur’an dengan kearifan lokal Tanah Sisar Matiti—sebutan bagi Teluk Bintuni—yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat.

Menurutnya, perpaduan ini akan melahirkan kehidupan sosial yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan.

Lebih jauh, Lingara berharap MTQ ke-11 mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya mahir membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi inilah yang akan menjadi pilar utama pembangunan daerah yang religius, harmonis, dan bermartabat,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportifitas dan menjadikan MTQ sebagai sarana pembelajaran, bukan sekedar ajang meraih kemenangan. Kepada dewan hakim dan panitera, ia berpesan agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan penuh tanggung jawab.

Tak lupa, Lingara mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan semangat kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong lintas agama harus terus dirawat, sejalan dengan julukan Teluk Bintuni sebagai “daerah agama keluarga”.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Teluk Bintuni, Husein Alhamid, menyebut MTQ sebagai momentum memperkuat fondasi sosial masyarakat.

“Al-Qur’an bersifat universal, sementara budaya lokal adalah akar kita. Ketika keduanya berpadu, lahirlah generasi yang berakhlak, jujur, dan penuh kasih,” katanya.

Ia pun mengingatkan peserta untuk menjadikan MTQ sebagai ajang belajar, menjaga sportifitas, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-11, Ansyar, menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung selama lima hari, 4 hingga 8 April 2026, dengan lokasi utama di lapangan GSG Bintuni dan beberapa tempat lainnya yang sudah ditentukan panitia.

“MTQ ini menjadi wadah pembinaan qori dan qoriah terbaik dari 12 distrik, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” jelasnya.

Puncak acara ditandai dengan pemukulan beduk oleh Wakil Bupati, diiringi gemuruh tepuk tangan dan dentuman kembang api yang menerangi langit Bintuni.

Momen sakral berlanjut dengan pengibaran bendera MTQ oleh siswa-siswi terbaik tingkat SLTA se Bintuni.

Suasana haru dan penuh harapan menutup rangkaian pembukaan melalui doa bersama, diikuti foto bersama jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, dan para kafilah.

Lebih dari sekadar perlombaan, MTQ ke-11 ini menjadi ruang untuk merawat nilai-nilai kehidupan—tentang iman, kebersamaan, dan harmoni dalam keberagaman.

Di Bintuni, Al-Qur’an tidak hanya dilantunkan, tetapi juga dihidupkan dalam keseharian.
(MA/Inspirasi Papua)

About Post Author

banner 468x40

banner 468x40

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *